Tiga Siswa Gianyar Terima Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan

  • Whatsapp
SEKDA Gianyar menyerahkan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan. Foto: adi
SEKDA Gianyar menyerahkan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan. Foto: adi

GIANYAR – Anak dari peserta BPJS Ketenagakerjaan berkesempatan memperoleh beasiswa dari jenjang TK sampai perguruan tinggi. Beasiswa itu diterima tiga siswa di Gianyar yakni Gusti Ayu Mas Apsarini (SD), Ni Kadek Muliantari (SMP), dan Gusti Ngurah Junior Ardhiawan (SMA). Mereka menerima beasiswa pendidikan karena orangtuanya meninggal dunia. Beasiswa diserahkan Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya; bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gianyar, Bimo Prasetiyo, di kantor BPJS Ketenagakerjaan Gianyar, Selasa (4/5/2021).

Wijaya mengapresiasi perhatian BPJS Ketenagakerjaan kepada anak-anak para peserta BPJS. “Bagaimanapun di pundak anak-anak muda inilah kita serahkan estafet kepemimpinan negeri ini, tentu mereka bisa maju melalui pendidikan. Kami sangat berterima kasih, bantuan beasiswa ini tentunya sangat bermanfaat bagi mereka,” ucapnya. Dia juga berpesan kepada penerima beasiswa, agar tetap semangat melanjutkan pendidikan dan memanfaatkan beasiswa yang diterima dengan sebaik-baiknya.

Bacaan Lainnya

Bimo Prasetiyo menambahkan, tahun 2021 ini BPJS Ketenagakerjaan merealisasikan beasiswa. Hal ini menyusul keluarnya aturan turunan dari PP Nomor 82 Tahun 2019, yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Permenaker itu efektif berlaku mulai 1 April 2021. Juga turunnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Baca juga :  Kelulusan Pakai Nilai Rapor, Mendikbud Keluarkan Surat Edaran

Beasiswa ini, terangnya, adalah bagian dari manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia, kata dia, selain memperoleh santunan kematian, juga mendapat beasiswa untuk dua orang anak yang masih bersekolah. Total beasiswa yang diperoleh untuk dua orang anak mencapai Rp174 juta.

Selain untuk tenaga kerja yang meninggal karena kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga memberi beasiswa bagi dua anak tenaga kerja yang meninggal biasa, dengan syarat masa kepesertaan minimal tiga tahun. Besaran nilai beasiswa yang diperoleh sama, Rp174 juta.

“Ini program yang sangat bagus, terutama menjamin bagaimana anak-anak yatim yang kehilangan ayah atau ibu yang tenaga kerja, masih tetap bisa melanjutkan sekolah dengan modal dari BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Untuk memperoleh beasiswa, urainya, anak dari tenaga kerja tersebut melampirkan rapor atau transkrip nilai bagi tingkat perguruan tinggi. Beasiswa diberikan setahun sekali dengan ditransfer ke rekening penerima. Rp1,5 juta selama dua tahun bagi jenjang TK, Rp1,5 juta selama enam tahun jenjang SD, Rp2 juta dan Rp3 juta bagi jenjang pendidikan SMP dan SMA selama tiga tahun. Khusus jenjang perguruan tinggi, Rp12 juta selama lima tahun.

Agar uang beasiswa yang diterima tidak disalahgunakan, para penerima setiap tahun harus melaporkan nilai rapor atau transkrip nilai, serta surat keterangan masih aktif dari sekolah masing-masing. Jika penerima terbukti tidak aktif atau tidak melanjutkan pendidikan, beasiswa akan dihentikan. “Misalnya dia siswa SMP, kemudian tidak melanjutkan ke SMA, beasiswanya disetop,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.