Ternak Babi Sumbangan Pemerintah Banyak Mati di Bungaya

ILUSTRASI ternak babi mati. foto: net

KARANGASEM – Beberapa waktu yang lalu Pemerintah Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, membagikan ratusan bibit babi gratis kepada warganya. Pembagian ini merupakan program pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Sayang, selang beberapa hari berlalu, ada laporan babi yang dibagikan sakit dan ada juga yang mati. “Saya tidak tahu di tempat lain, tapi kalau di dusun saya, Dusun Timbul, ada dua laporan. Yang satu babinya sakit, yang satu lagi mati,” kata Kepala Dusun Banjar Dinas Timbul, I Gede Suarjana Putra, Minggu (31/7/2022).

Bacaan Lainnya

Di kesempatan terpisah, I Gede Indra, salah seorang penerima bantuan bibit babi, menyebut kondisi babinya saat ini lemas. “Babi ini saya dapat dari bantuan desa, tapi sudah jalan seminggu lebih ini babi saya sakit. Saya khawatir babinya mati, karena tetangga saya babinya sudah mati,” keluhnya.

Terkait gejala, dia berkata babinya tiba-tiba saja tidak mau makan, mencret dan lemas. Dia tidak tahu sakit apa yang menjangkiti babinya tersebut. Gejala serupa juga dialami bibit babi yang didapat dari sumbangan desa milik I Wayan Sudiarta. Bedanya, babi itu kini mati.

Meski ada babi yang mati, Perbekel Desa Bungaya, Made Putu Darmayasa, membantah jika kematian babi itu dikaitkan dengan wabah. “Untuk saat ini saya baru terima laporan ada dua bibit babi yang mati, tapi itu kemungkinan karena kelelahan pas di perjalanan,” duganya tanpa merinci lebih jauh.

Dia menambahkan, sistem pemeliharaan bibit babi bisa dipengaruhi perbedaan cara perawatan dari lokasi sebelumnya. Misalnya pola makan atau pengaruh suhu lingkungan. Pendek kata, tidak optimalnya perawatan. Pula keterbatasan kemampuan masing-masing peternak memelihara bibit babi. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses