Tak Dapat Air Irigasi, 175 Hektar Lahan Ditanami Tembakau-Palawija

LAHAN pertanian di Kecamatan Sukawati, Gianyar ditanami tembakau. Foto: adi
LAHAN pertanian di Kecamatan Sukawati, Gianyar ditanami tembakau. Foto: adi

GIANYAR – Seluas 175 hektar lahan di subak wilayah Sukawati ditanami komoditas palawija dan tembakau, karena tidak mendapat giliran air irigasi. Memang, pendapatan petani menurun karena beralih ke tanaman palawija dan tembakau, tapi masih bisa memenuhi kebutuhan dapur. 

Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Gusti Nyoman Raka, Senin (1/8/2022) mengatakan, penanaman palawija terbanyak dialami di subak wilayah Kecamatan Sukawati. “Ini karena sistem pembagian air irigasi, jadi irigasi tahun ini mengarah ke Batubulan atau wilayah Subak Pering,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Dalam catatannya, saat ini seluas 175 hektar ditanami tembakau, palawija atau bunga kebutuhan upakara. Pada tahun sebelumnya, luas lahan yang ditanami palawija dan tembakau seluas 201 hektar oleh 302 petani di wilayah Kecamatan Sukawati. “Ini bagian selatan, kawasan Bypass IB Mantra ke selatan, tidak semua wilayah Sukawati nanam palawija,” urainya. 

Penanaman palawija juga dialami dua kecamatan lain, Payangan dan Tegalalang. Namun, luas lahan keseluruhan hanya 12 hektar saja, dengan produksi 9 ton tembakau. Dengan penanaman palawija ini, pendapatan petani menurun sekitar 20 persen. “Penurunan pendapatan ini tidak memengaruhi pendapatan keseluruhan petani, mengingat biaya produksi untuk pengolahan lahan lebih sedikit dibandingkan dengan menanam padi,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses