Suksesi Gerindra Buleleng, Harja Astawa Gantikan Ray Yusha

  • Whatsapp
PENYERAHAN SK Kepengurusan DPC Gerindra Buleleng yang baru oleh Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah (kiri), kepada Gede Harja Astawa (kanan) sebagai Ketua DPC Gerindra Buleleng. Foto: rik
PENYERAHAN SK Kepengurusan DPC Gerindra Buleleng yang baru oleh Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah (kiri), kepada Gede Harja Astawa (kanan) sebagai Ketua DPC Gerindra Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Menjelang akhir tahun 2021, struktur kepengurusan DPC Partai Gerindra Buleleng berubah. Posisi Ketua DPC Gerindra Buleleng yang sebelumnya dipegang Jro Nyoman Ray Yusha kini digantikan Gede Harja Astawa. Perubahan struktur ini dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi hajatan politik di tahun 2024 nanti.

Sesuai SK DPP Partai Gerindra bertanggal 4 Oktober 2021, Ray Yusha yang merupakan anggota DPRD Bali kini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat. Untuk posisi Sekretaris dipegang Kadek Widana, dan Bendahara diisi Ketut Mertiasa yang juga sesama sebagai anggota DPRD Buleleng. Terdapat juga 14 posisi wakil ketua, begitu juga 11 wakil sekretaris termasuk 11 posisi wakil bendahara.

Bacaan Lainnya

Selain suksesi kepemimpinan internal, ada sejumlah kader Golkar yang pindah gerbong ke Gerindra. Mereka adalah Gede Sukrawarda, Putu Sweden dan mantan Ketua Fraksi Golkar di DPRD Buleleng, Gede Suartana. Kedatangan tiga figur ini menjadi amunisi bagi Gerindra Buleleng menyambut Pemilu 2024.

Harja Astawa berkata akan secepatnya melakukan konsolidasi internal untuk mengatur langkah, dan memperkuat kepengurusan dalam pembinaan kader hingga ke akar rumput. “Diperlukan ada penegasan loyalitas kepada partai di tengah dinamika politik yang berkembang menjelang 2024,” kata Harja Astawa, Minggu (19/12/2021).

Baca juga :  Usung Tema ‘Welas Asih’, HUT Ke-527 Kota Tabanan Dirayakan Sederhana

Dia menegaskan akan tetap melanjutkan visi partai seperti pendahulunya, Ray Yusha, untuk kesinambungan pergerakan partai di masyarakat. Terlebih saat ini Gerindra Buleleng menempatkan lima kader sebagai anggota DPRD Buleleng. Melanjutkan kebijakan garis partai pada masa Ray Yusha dipandang sebagai penting untuk konsolidasi, juga menentukan sikap serta langkah ke depan.

“Kami akan segera melakukan evaluasi di internal partai maupun eksternal,” sambung advokat ini.

Seluruh kader Gerindra di Buleleng diminta tetap bersatu membesarkan partai. Sebab, target pada tahun 2024 sangat beragam. Partai wajib meningkatkan perolehan kursi di DPRD Buleleng, DPRD Bali maupun menjadikan Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra sebagai Presiden RI.

“Setelah ini saya akan mundur dari Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia Singaraja, karena saya ingin fokus di partai. Untuk itu saya mohon dukungan masyarakat, dan terutama para kader Gerindra, harus bersatu meningkatkan perolehan kursi di DPRD serta menjadikan Pak Prabowo sebagai Presiden,” tandasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.