MATARAM – Menuai penolakan dari sejumlah kader Partai Demokrat karena dinilai merupakan figur dari luar partai, jalan Bupati Lombok Timur (Lotim), Sukiman Azmi, menjadi Ketua DPD Demokrat tetap terbuka lebar. Kepala daerah dua periode tersebut disebut mengantongi restu Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); dan sejumlah petinggi DPP lainnya untuk menggantikan TGH Mahally Fikri dalam pertarungan di Musyawarah Daerah (Musda) pada pertengahan Desember ini.
Sukiman Azmi yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya terkait restu AHY dan petinggi DPP Demokrat tersebut, terkesan masih malu-malu. Padahal sejumlah baliho dan alat peraga lainnya yang terpasang di beberapa titik di Kota Mataram, menampilkan mantan Dandim Lotim itu memasang ucapan Musda Demokrat NTB. “Untuk jelasnya kabar itu, silakan kawan-kawan tanya langsung ke elite Partai Demokrat saja,” ujar Sukiman, Minggu (19/12/2021).
Dia juga enggan mengomentari kubu pesaingnya, Indra Jaya Usman (IJU), yang secara terbuka melemparkan sindiran menohok kepada kemungkinan munculnya figur dari luar partai sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB. “Saya no comment soal itu,” tegasnya.
Mahally tak menampik kabar soal Sukiman berpeluang jadi Ketua DPD Demokrat NTB. “Demokrat adalah partai terbuka. Jika Pak Bupati Lotim mau maju di Musda, kami persilakan,” kata dia.
Mantan Wakil Ketua DPRD NTB tersebut menegaskan, sepanjang memenuhi persyaratan, siapapun berhak maju di Musda. Salah satu syarat dimaksud yakni mengantongi SK dukungan minimal dari tiga DPC kabupaten/kota. Singkat kata, dia mendaku gembira kalau Sukiman mau bergabung ke Demokrat NTB.
Lebih jauh diuraikan, Musda Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum AHY justru tidak lagi memilih dan menetapkan ketua. Sesuai peraturan organisasi (PO) yang terbaru, Musda hanya menetapkan calon ketua, maksimal tiga orang. Selanjutnya hasil Musda itu disampaikan ke DPP untuk ditetapkan salah satunya menjadi ketua DPD.
“Maka siapapun nanti yang ditetapkan saat Musda, finalnya keputusan itu adalah ranah DPP yang akan menentukan siapa ketua terpilih. Kami siap dan berkomitmen untuk menyukseskan siapapun yang oleh DPP ditunjuk sebagai Ketua DPD Demokrat NTB,” tegas Mahally.
Sebelumnya, salah satu calon Ketua DPD Demokrat NTB, Indra Jaya Usman, terus menyindir kubu di luar kader partai yang akan bertarung menjadi Ketua Demokrat NTB. Kendati tidak eksplisit menyebut siapa orang yang dimaksud, secara tegas dia menyatakan menolak hadirnya figur karbitan. “Sebagaimana layaknya organisasi kader, secara normatif pasti akan memberi penghormatan bagi kader (untuk jadi pemimpin),” kata Ketua DPC Partai Demokrat Sumbawa Barat, Mustakim Patawari, beberapa hari lalu.
Mustakim memuji partainya sangat menjunjung tinggi etika politik, terutama bagi kader yang berjuang habis-habisan membesarkan partai. “Lebih-lebih kita bicara etika politik, masa iya yang sudah berjibaku, berkeringat, berdarah-darah dikalahkan oleh orang yang datang kemarin sore,” sindirnya. rul






















