Soal SE Endek, Fraksi PDIP Bentengi Gubernur, Tujuan Lindungi Perajin, Jamin Tak Ada Paksaan

  • Whatsapp
DEWA Made Mahayadnya menunjukkan data para perajin kain endek yang tersebar di Bali, saat jumpa media terkait SE Gubernur Bali soal endek Bali di DPD PDIP Bali, Senin (15/2/2021). SE itu dinilai bentuk kemanusiaan melindungi para perajin endek di tengah himpitan pandemi Covid-19. Foto: hen
DEWA Made Mahayadnya menunjukkan data para perajin kain endek yang tersebar di Bali, saat jumpa media terkait SE Gubernur Bali soal endek Bali di DPD PDIP Bali, Senin (15/2/2021). SE itu dinilai bentuk kemanusiaan melindungi para perajin endek di tengah himpitan pandemi Covid-19. Foto: hen

DENPASAR – Fraksi PDIP DPRD Bali pasang badan atas polemik Surat Edaran (SE) Gubernur Bali terkait endek Bali, yang dimaknai publik jauh dari spirit SE itu sendiri. Selain menjamin tidak ada paksaan dan sebatas imbauan, fraksi tergemuk di DPRD Bali itu mengupas esensi SE Gubernur yang disebut bertujuan melindungi perajin endek Bali, terutama saat pandemi Covid-19.

“Perlu digarisbawahi, Fraksi PDIP selalu mendukung kebijakan Saudara Gubernur,” tegas I Dewa Made Mahayadnya selaku Ketua Fraksi, Senin (15/2/2021).

Bacaan Lainnya

Dia menguraikan, SE jelas ditujukan kepada pimpinan lembaga pemerintah, kepala daerah, direktur BUMN/BUMD, perusahaan swasta dan lembaga kemasyarakatan di Bali. Dasar pertimbangannya untuk melindungi tenun endek Bali sebagai warisan budaya kreatif masyarakat Bali. Kain endek Bali juga tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya.

Masalahnya, muncul produk kain motif endek dari luar yang mengancam kain tenun lokal. Karena itu, pemerintah dan masyarakat Bali diajak berpihak melestarikan dan melindungi itu.

“SE ini sifatnya mengimbau, tidak wajib atau diwajibkan, dan sangat berpihak ke perajin Bali. Kami mengapresiasi Gubernur melindungi dan memfasilitasi kain endek diproduksi sendiri oleh orang Bali, dan membantu memasarkan produk orang Bali,” urai Dewa Jack, sapaan akrabnya, didampingi Sekretaris Fraksi, Cokorda Gede Agung, dan sejumlah petinggi fraksi.

Baca juga :  Kendalikan Hama Tikus, Bupati Mahayastra Lepas 8 Tito Alba

Dia mengajak yang beraktivitas formal seperti ke kantor agar memakai endek tiap Selasa, karena tidak harus seragam atau motif tertentu. “Di Bali ada 55 perajin. Kalau satu usaha karyawannya 100 orang, berarti sekian bisa tertolong,” terangnya.

AAN Adhi Ardhana menambahkan, dia memahami bagaimana masyarakat menilai kebijakan itu. Namun, dia mengajak untuk melihat apa manfaat SE itu kepada perajin di tengah kondisi pandemi. Sebab, tugas pemimpin adalah menyeimbangkan penanganan pandemi dengan ekonomi. Jika hanya diam saja, maka semua ikut terpuruk.

SE itu, urainya, sebagai motivasi Gubernur untuk memutar ekonomi dengan membantu sektor UMKM, agar ada likuiditas keuangan untuk daya beli. Hal sama dilakukan dengan mengupayakan proyek infrastruktur tersalurkan ke Bali, agar ada siklus keuangan. “Ini masalah kemanusiaan, dan kemanusiaan itu adalah kemuliaan seorang pemimpin. Pemimpin harus begitu meski tidak popular,” tegasnya.

Disinggung sanksi bagi anggota Fraksi PDIP jika kemudian tidak mengenakan endek sesuai SE Gubernur yang juga Ketua DPD PDIP Bali itu, Nyoman Adnyana menjawab tidak ada sanksi. Kata dia, jika mengacu tatib DPRD, para anggota DPRD Bali biasa memakai endek sebelum SE itu lahir. Selama ini saat sidang paripurna, legislator juga mengenakan baju endek. “Tidak ada sanksi, kami tapi sudah memakai tanpa sanksi,” sahut Ketua Komisi I itu dengan nada kalem.

Baca juga :  Bupati Giri Prasta Hijaukan Bantaran Tukad Mati Tengah dengan Tabebuya

Mendaku kebijakan itu bertujuan mulia, Adyana mengajak publik untuk bernas menyikapi secara komprehensif. Dia tak memungkiri ada kekurangan komunikasi ketika Gubernur menyampaikan itu ke publik. Dan, buru-buru ditambahkan, kondisi itu akan diperbaiki dengan meningkatkan komunikasi dengan Gubernur agar Fraksi PDIP terlibat dalam kebijakan publik yang dibuat. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.