SMP Sapta Andika Motivasi Siswanya Jadi Insan Berprestasi

PEMBUKAAN MPLS di SMP Sapta Andika Denpasar ditandai dengan pengalungan tanda pengenal siswa baru. Foto: ist
PEMBUKAAN MPLS di SMP Sapta Andika Denpasar ditandai dengan pengalungan tanda pengenal siswa baru. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMP Sapta Andika Denpasar tahun ini menerima 325 siswa baru. Masyarakat menjatuhkan pilihan langsung melanjutkan pendidikan putra-putrinya di SMP Sapta Andika karena melihat sarana sekolah ini sangat lengkap. Selain unggul di akademik dan budaya, juga unggul dalam digitalisasi pendidikan. Mereka sejak Senin (10/7/2023) mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS).

Kepala SMP Sapta Andika Denpasar, I Gede Eka Nuryada, ST., mengatakan, MPLS dilaksanakan selama empat hari dan berakhir, Kamis (13/7/2023). Tahun ini MPLS mengusung tema “Melalui MPLS, Kita Wujudkan Pelajar Pancasila yang Inovatif, Kreatif, dan Berakhlak Mulia”.

Read More

MPLS dikemas dengan kegiatan yang edukatif dan menyenangkan melibatkan beberapa narasumber dari instansi pemerintahan dan narasumber dari intern sekolah. Ini membuat siswa kelas VII mengikuti MPLS dengan senang hati, penampilan yang rapi dan wajib membudayakan 5-S, yakni senyum, sapa, salam, sopan dan santun.

Siswa wajib melaporkan apa yang diperoleh selama MPLS serta mengerjakan tugas-tugas dengan disiplin. Kegiatan awal MPLS dibuka dengan melaksanakan kegiatan upacara bendera yang diikuti 325 siswa kelas VII, OSIS, guru dan staf pegawai secara sederhana dan hikmat. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan di dalam ruangan yang dikemas dengan memanfaatkan teknologi dan media digital.

Eka Nuryada mengatakan, adapun materi MPLS terkait beberapa aspek. Aspek pertama, yaitu pengenalan lingkungan sekolah. Peserta didik memperoleh pembekalan terkait program pembelajaran, tata tertib sekolah, pengembangan potensi siswa melalui pengenalan berbagai pengembangan diri .

Aspek kedua adalah penguatan pendidikan karakter, pembekalan terkait tata krama peserta didik, kesadaran berbangsa dan bernegara, kepemimpinan, bahaya miras, narkotika, dan HIV Aids. Aspek ketiga adalah literasi digital.

Aspek keempat, yakni kepedulian terhadap lingkungan dalam bentuk sosialisasi dan aksi. Pembekalan yang diberikan berkaitan dengan kebersihan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, dan global warming. Penyajian materi diselingi games menyenangkan.

“MPLS merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting bagi calon peserta didik baru, yang tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah baru, tapi juga program-program sekolah yang akan diikuti oleh peserta didik. SMP Sapta Andika Denpasar berkomitmen menjadikan MPLS sebagai langkah awal yang mampu membangun motivasi siswa untuk menjadi insan yang berprestasi,” ungkap Eka Nuryada.

Eka Nuryada menambahkan, SMP Sapta Andika Denpasar memiliki sejumlah program unggulan dalam digitalisasi pendidikan. Mulai dari kehadiran siswa di sekolah, penilaian, rapor, sampai pembayaran SPP sudah digital dan tersampaikan langsung ke orang tua siswa. Bahkan, pihak bank membuka layanan khusus di sekolah.

SMP Sapta Andika Denpasar juga sudah membuka layanan perpustakaan digital, dan siswa bisa membaca buku secara online melalui e-book. Inovasi lainnya adalah semangat pagi menuju impian.

Dimana wali kelas sudah mengabsen siswa setiap pukul 05.00 Wita melalui absen digital. Setelah itu, guru mata pelajaran jam pertama langsung memberikan materi lewat online. Inovasi ini, selain membiasakan siswa disiplin bangun pagi juga meningkatkan prestasi.

Ketua Yayasan Padma Buana 77, I Wayan Sariada Wastika, mengatakan, yayasan sangat mendukung kemajuan sekolah untuk berprestasi. Saat ini, SMP Sapta Adika memiliki 30 rombongan belajar. Sekolah ini dilengkapi laboratorium IPA dan sarana lainnya. Untuk pengembangan bakat dan minat siswa, sekolah ini membuka 23 jenis ekstrakurikuler. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.