Marcos Mundur sebagai Binpres MI Bali, Kirim Atlet ke Babak Kualifikasi PON Berdasar Kesepakatan dengan Pelatih

MARCOS Manurung, foto : ist

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Marcos Manurung, mengundurkan diri sebagai Kabid Binpres Pemprov Muaythai Indonesia (MI) Bali. Pasalnya sudah tidak memiliki chemistry bekerjasama dengan Sekretaris MI Bali Wayan Suwita dalam membangun dan mengembangan MI Bali.

Marcos mengatakan, MI Bali mengirim atlet ke Babak Kualifikasi (BK) PON berdasarkan kesepatakan. Bukannya berdasarkan prestasi atlet di atas ring dan kajian Binpres ketika diadakan seleksi di atas ring.

Read More

Sementara itu, Sekretaris MI Bali Suwita menolak tuduhan Marcos Manurung yang kini juga Ketua Umum Pengkab MI Badung. Suwita mengatakan, Marcos menarik dua atlet Badung yang sudah mau diikutsertakandalam BK PON di Surabaya.

Namun Marcos menlak tuduhan tersebut, sebab MI Bali menunjukan THB PON yang mengatakan, atlet yang pernah di pro tidak boleh ikut PON. Siapa yang benar dalam silang pendapat ini, tentu hanya waktu yang akan menentukan.

Marcos Manurung menjelaskan, seharusnya pengiriman atlet ke BK PON atas dasar prestasi di atas ring. Dua atletnya menang dalam seleksi amatir. Namun belum apa-apa sudah disodorkan blanko, bahwa atlet pro tidak boleh ikut ke pra-PON.

Ketika Bupati Cup di Klungkung beberapa bulan lalu, memang atlet 67 kg milik Badung kalah dari atlet Buleleng. Tetapi dalam seleksi berikutnya di Summer Figt di Badung, atlet Buleleng tersebut kalah angka dari atlet Badung.

Bahkan dalam babak berikutnya atlet Badung itu menang KO lawan atlet DKI. Logikanya, tentu hasil terakhir inilah yang dipakai tolok ukur MI Bali dalam mengirim team ke BK PON Surabaya akhir Agustus nanti.

“Sebagai Binpres MI Bali, seharusnya MI Bali menerima kajian dan masukan Binpresnya. Dalam hirarki organisasi Binpres memberikan masukan dala rapat pengurus siapa yang pantas dikirim ke BK PON. Namun kajian Binpres tidak dipakai. Malah rapat berikutnya diputuskan, prestasi atlet dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan pelatih, tanpa mengajak Binpres dalam rapat itu,” kata Marcos.

Atas dasar itulah ia mengatakan, mundur sebagai Binpres karena pendapatnya tidak dihargai. Ia menjelaskan akan fokus di Pengkab MI Badung.

Sebelumnya MI Bali juga menujukkan blanko pernyataan PB MI, bahwa atlet pro tidak boleh ikut BK PON. Tetapi ada regulasi lain, jika sudah dua kali ikut kejuaraan amatir atlet pro boleh ikut PON. Ketua Harian PB MI menjelaskan, kalau atlet pro sudah dua kali ikut kejuaraan amatir dapat ikut dalam BK PON dan PON.

Sekretaris MI Bali Suwita mengaku, berdasarkan kesepakatan sebelumnya, jika atlet di atas ring sama kuat, maka yang dipilih adalah atlet yang juara saat Kejuaraan Bupati Klungkung.

Marcos pun bertanya Kembali : “Prestasi atlet… apa layak ditentukan atas dasar kesepakatan dengan pelath atau hasil tanding di atas ring dan kajian teknis dari Binpres di sebuah organisasi yang sehat?. Karena organisasi dilaksanakan tanpa tata laksana yang baik, beginilah jadinya’’, jawab Marcos yang memiliki Sasana Tinju di Badung. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.