SMP PGRI 2 Denpasar Terima Piagam Penghargaan sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial

SMP PGRI 2 Denpasar (Grisda) menerima piagam penghargaan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KAA) tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Foto: ist
SMP PGRI 2 Denpasar (Grisda) menerima piagam penghargaan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KAA) tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMP PGRI 2 Denpasar (Grisda) kembali menorehkan capaian penting dalam pengembangan mutu pendidikan. Sekolah ini menerima piagam penghargaan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KAA) tahun 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Piagam penghargaan Nomor : 118/Pgm/YPLP/P/III/2026 tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., dan Ketua YPLP PGRI Pusat Prof. Dr. Supardi US, M.M.,M.Pd.

Read More

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi momentum bagi sekolah untuk terus memperkuat inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Grisda dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital dan AI,” ujar Ayu Sri Wahyuni, Kamis (26/3/2026).

Menurut Ayu Sri Wahyuni, Grisda berkomitmen mengimplementasikan pembelajaran mendalam (PM) dan KKA ke dalam kurikulum operasional satuan pendidikan. Berikutnya mengimplementasikan PM dan KKA dalam praktik pembelajaran dan tata kelola satuan pendidikan.

Ia menjelaskan, pembelajaran mendalam di SMP PGRI 2 Denpasar diajarkan terintegrasi dalam mata pelajaran, melalui strategi Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL). Strategi PjBL dimana peserta didik mengerjakan proyek berbasis permasalahan nyata di lingkungan sekitar secara kolaboratif. Sementara strategi PBL guru memfasilitasi pembelajaran berbasis analisis masalah yang mendorong kemampuan berpikir kritis.

“Sementara pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) diimplementasikan sebagai mata Pelajaran pilihan dengan jumlah jam 2 JP/minggu. KKA juga disajikan dalam bentuk kegiatan  pengembangan diri atau ekstrakurikuler,” ujar Ayu Sri Wahyuni.

Ayu Sri Wahyuni berkata, berdasarkan pelaksanaan yang telah berjalan, diperoleh beberapa hasil awal peserta didik menunjukkan peningkatan keaktifan dalam diskusi dan presentasi. Jawaban dan hasil proyek peserta didik lebih analitis dan kontekstual. Guru lebih variatif dalam merancang metode dan media pembelajaran. Dan, peserta didik mulai memahami penggunaan teknologi sebagai sarana belajar yang produktif.

Ayu Sri Wahyuni yang juga Sekum PGRI Bali ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, siswa, dan tenaga kependidikan atas kerja keras, kolaborasi, dan semangat luar biasa dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. “Mari terus melangkah maju, mencetak generasi cerdas, kreatif, dan siap menghadapi masa depan!” serunya menandaskan. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.