SMP di Denpasar PTM Terbatas 100 Persen, Belajar Maksimal Enam Jam, Kantin Tetap Tutup

  • Whatsapp
SISWA SMP di Denpasar mengikuti PTM Terbatas dengan kehadiran 100 persen, Senin (3/1/2022). Di SMPN 7 Denpasar, seluruh siswa beragama Hindu sebelumnya melaksanakan pembelajaran di kelas mengikuti persembahyangan (Tri Sandya) bersama di halaman sekolah. Foto: tra
SISWA SMP di Denpasar mengikuti PTM Terbatas dengan kehadiran 100 persen, Senin (3/1/2022). Di SMPN 7 Denpasar, seluruh siswa beragama Hindu sebelumnya melaksanakan pembelajaran di kelas mengikuti persembahyangan (Tri Sandya) bersama di halaman sekolah. Foto: tra

DENPASAR – Mulai Senin (3/1/2022), pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada jenjang SMP di Kota Denpasar sudah mulai menghadirkan siswa 100 persen di sekolah. Selama PTM Terbatas, belajar maksimal enam jam, kantin sekolah tetap ditutup dan penerapan prokes di sekolah wajib dilaksanakan secara ketat.

Di SMPN 7 Denpasar, seluruh siswa sebelumnya melaksanakan pembelajaran di kelas mengikuti persembahyangan (Tri Sandya) bersama di halaman sekolah. Setelah itu dilanjutkan dengan literasi di kelas dan pembelajaran inti.

Bacaan Lainnya

PTM Terbatas di sekolah ini dibagi dalam dua sesi, untuk kelas VIII dan IX sesi pertama, dan sesi kedua kelas VII sampai selesai. Jam pelajaran berkurang, dari normal sebelum pandemi selama delapan jam menjadi enam jam. Namun jumlah hari belajar bertambah sampai hari Sabtu setiap pekannya. ‘’Kami tetap utamakan protokol kesehatan, kantin sekolah tidak buka dan jam istirahat kita gabung jadi satu 30 menit,’’ ujar Kepala SMPN 7 Denpasar, I Wayan Sugianta, kemarin.

Sugianta menuturkan kebijakan yang diambil sekolahnya merujuk Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar tentang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas  pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. SE ini juga tindak lanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yakni Mendikbudristek, Menag, Menkes, dan Mendagri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). ‘’Kami berharap, orangtua dan masyarakat dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan PTM berjalan sesuai dengan prosedur yang ada,’’ harapnya.

Baca juga :  Tinjau Venue PON XX Papua, Kapolri Pastikan Pengamanan dan Prokes

Sementara di SMP PGRI 3 Denpasar juga sudah menerapkan PTM dengan skema dua sesi. Tiap sesinya, siswa sekolah selama tiga jam. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 Wita sampai pukul 10.30 Wita, sedangkan sesi kedua dimulai pukul 11.00 Wita sampai 14.00 Wita.

‘’Seluruh siswa mengikuti PTM, hanya saja tiap kelas masih tetap terisi 50 persen,’’ terang Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Ni Made Chandra Widayanti S.Pd, didampingi; Rama Gerald Jade, Koordinator Tim Pemajuan SMP PGRI 3 Denpasar.

Pun di SMP PGRI 8 Denpasar, sudah melaksanakan PTM Terbatas dengan menghadirkan siswa 100 persen di sekolah. Siswa sudah duduk berdua dengan menerapkan prokes ketat sesuai aturan pemerintah untuk memberikan jaminan perlindungan bagi siswa dan guru. ‘’Antusiasme peserta didik dan orangtua siswa terhadap PTM Terbatas ini sangat baik. Salah satu alasannya adalah mempermudah anak berinteraksi dengan gurunya,’’ terang Kepala SMP PGRI 8 Denpasar, I Ketut Gede Adi Trisna Sugara.

Secera terpisah, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, membenarkan mayoritas SMP di Kota Denpasar sudah melaksanakan PTM Terbatas dengan menghadirkan siswa 100 persen ke sekolah. Ia tetap mengingatkan sekolah untuk ketat melaksanakan prokes dan mengikuti aturan yang telah diterbitkan pemerintah.

Ia mengatakan, dalam SE dan SKB 4 Menteri menegaskan, tiga hal yang membuat PTM Terbatas dihentikan sementara perlu menjadi poin utama yang harus diperhatikan. Penghentian sementara PTM Terbatas di satuan pendidikan dan dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh sekurang-kurangnya 14×24 jam atau 14 hari apabila terjadi; klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan; hasil surveilans epidemilogis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 di atas 5 persen; dan/atau warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi hitam pada aplikasi Pedulilindungi di atas 5 persen. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.