Siswa Diimbau Langsung Pulang Usai Ikuti PTM

  • Whatsapp
AA Gede Wiratama saat melakukan monitoring pelaksanaan PTM di SMP Widya Sakti, Kamis (13/1/2022). Foto: tra
AA Gede Wiratama saat melakukan monitoring pelaksanaan PTM di SMP Widya Sakti, Kamis (13/1/2022). Foto: tra

DENPASAR – Untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Denpasar berjalan sesuai aturan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Pada Kamis (13/1/2022), Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, turun melakukan monitoring pelaksanaan PTM di SMPN 8 Denpasar, SMP PGRI 2 Denpasar, dan SMP Widya Sakti.

Pemantauan yang dilakukan ini untuk melihat pelaksanaan PTM di lapangan secara langsung. Khususnya terkait dengan protokol kesehatan (prokes). ‘’Astungkara, hari ini saya melakukan monitoring dan melihat secara langsung pembelajaran tatap muka di SMPN 8 Denpasar, SMP PGRI 2 Denpasar, dan SMP Widya Sakti. Pelaksanaannya sudah bagus, para siswanya juga tertib menggunakan masker,” katanya.

Bacaan Lainnya

Dalam monitoring tersebut, Agung Wiratama juga melakukan dialog dengan siswa, sejumlah guru dan kepala sekolah. Ini dilakukan agar pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut dapat berjalan baik.

Agung Wiratama juga mengimbau kepada siswa agar setelah selesai jam belajar langsung pulang ke rumah atau tidak nongkrong, karena ancaman Covid-19 masih ada. ‘’Karena kalau ketemu dengan orang lain, dengan orang banyak, ya kita tidak tahu, siapa yang terkena (Covid-19). Ini bisa rawan. Maka ketika berangkat sekolah pun, sebaiknya dari rumah langsung ke sekolah,’’ pesannya.

Baca juga :  Pj Sekda Denpasar Made Toya Hadiri Simulasi Pemilu di Kelurahan Serangan

Agung Wiratama turut menyemangati para peserta didik, untuk harus selalu semangat dalam belajar, baik itu di sekolah maupun di rumah. “Baik belajar di sekolah ataupun belajar di rumah harus sama-sama semangat,” serunya.

Sementara itu, Kepala SMPN 8 Denpasar, I Wayan Murah, menyatakan, pihak sekolah telah mempersiapkan PTM dari segi sarana dan prasarana. Sekolah telah mengoptimalkan penyanitasi tangan untuk tempat cuci tangan dan sebagainya.

Alat ukur suhu juga sudah disiapkan pada pagi hari. Ini sebagai alat kontrol untuk siswa setiap mau masuk sekolah ketika akan mengikuti proses pembelajaran.

‘’Kita imbau orang tua untuk antar jemput anak-anaknya. Orangtua juga kita imbau untuk menyiapkan bekal dari rumah. Karena kantin masih tutup,’’ ucap Wayan Murah.

Hal senada juga diungkapkan Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni. Di sekolah ini, terkait tamu, juga sudah disiapkan QR Code Aplikasi PeduliLindungi untuk memfilter tamu-tamu yang akan datang ke sekolah.

Anak-anak yang kondisinya kurang enak badan, diimbau dan meminta untuk tidak masuk sekolah dulu. ‘’Untuk sementara, setiap hari, anak-anak mengikuti 6 jam pelajaran. Anak-anak pulang dari sekolah sekitar pukul 11.50 Wita,’’ ujar Sri Wahyuni.

AA Gede Wiratama saat melakukan monitoring pelaksanaan PTM di SMP PGRI 2 Denpasar, Kamis (13/1/2022). Foto: tra

Di SMP Widya Sakti, menurut Kasek Wayan Nendra, pelaksanaan PTM dengan sistem sif. Siswa dibagi dalam pembelajaran sistem sif tersebut, siswa kelas VII dan kelas IX mendapat sif pertama atau pagi mulai pukul 07.30 sampai pukul 11.45 Wita. Dilanjutkan kelas VII untuk sif kedua dari pukul 12.30 sampai pukul 16.45 Wita. Masing-masing kelas diberikan waktu enam jam pelajaran. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.