Siagakan 912 Personel di 70 Posko, PLN NTB Siap Jaga Keandalan Listrik Selama Idul Fitri

GM PLN NTB berserta jajaran direksi saat meninjau Gardu Induk Ampenan, milik PLN setempat. Foto: rul
GM PLN NTB berserta jajaran direksi saat meninjau Gardu Induk Ampenan, milik PLN setempat. Foto: rul

MATARAM – PLN Unit Induk Wilayah NTB terus bersiaga selama hari raya Idul Fitri 1443 H.  Kesiagaan tidak hanya disisi distribusi untuk keandalan jaringan, namun di seluruh lini, dari pembangkitan, transmisi hingga pelayanan pengaduan pelanggan.

General Manager PLN NTB, Sudjarwo, mengatakan, untuk jaringan distribusi dan transmisi saat ini dalam kondisi normal.  Tidak ada kejadian khusus selama hari raya Idul Fitri. Begitupun dengan gangguan sistem atau gangguan yang meluas, baik itu di Lombok maupun di  Pulau Sumbawa.

Bacaan Lainnya

‘’Kondisi jaringan transmisi, baik 150 kV ataupun 70 kV serta trafo di gardu induk semua beroperasi normal. Begitu juga di sisi jaringan distribusi 20 kV dan instalasi yang lain, semua terpantau aman,’’ kata  Djarwo saat meninjau  Gardu Induk Ampenan, Kamis (5/5/2022).

Djarwo menyebutkan, untuk kondisi sistem, daya mampu pasok untuk sistem kelistrikan NTB, total saat ini adalah 515,63 MW. Dengan jumlah beban puncak 373,061 MW, maka terdapat cadangan sebesar 142,57 MW atau 38.21 persen dari total daya mampu pasok. ‘’Kondisi ini, masuk dalam kondisi normal, artinya suplai daya cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat NTB,’’ ujar Djarwo.

Baca juga :  Lawan Covid-19, Satgas Gotong Royong Covid-19 Banjar Ujung Gandeng Dasa Wisma

Menurut dia, untuk sisi penggunaan energi listrik, realisasi beban puncak pagi pada saat Idul Fitri hari pertama mengalami kenaikan. Beban puncak di sistem kelistrikan Lombok sebesar 251 MW, atau naik 23 persen dan sistem kelistrikan Tambora sebesar 118 MW naik 26 persen, dari beban puncak pagi pada hari hari biasa.

‘’Untuk beban puncak malam, pada saat hari H mengalami penurunan, namun tidak signifikan. Sistem Kelistrikan Lombok turun 2 persen menjadi 254 MW dan Sistem Kelistrikan Tambora turun 3 persen menjadi 114 MW, dibandingkan dengan beban puncak pada hari biasa,’’ jelas Djarwo.

Terkait dengan ketersediaan energi primer, Djarwo juga mengungkapkan stok bahan bakar, mencukupi, dengan status hari operasi rata-rata masing-masing 15 hari. Pada Idul Fitri tahun ini, PLN menyiagakan 912 personel siaga yang tersebar di 70 posko. Seluruh personel dipastikan dalam kondisi sehat dan akan stand by secara bergantian.

‘’Seluruh petugas akan siaga penuh untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, utamanya selama masa siaga Idul Fitri saat ini. Kami terus mohon doa dari masyarakat agar sistem kelistrikan selalu aman dan andal,’’ tandas Djarwo. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.