BANGLI – Semburan belerang di Danau Batur, Kintamani yang terjadi Rabu (14/7/2021) diinformasikan mulai mereda. Bau belerang di kawasan Danau Batur pun tidak menyengat lagi. Namun, petani belum berani naik ke keramba jala apung (KJA) untuk melihat kondisi ikan, sehingga belum diketahui apakah ada ikan mati atau tidak.
Petani ikan asal Desa Buahan, I Made Antara, Kamis (15/7/2021) membenarkan semburan belerang mulai menurun. Hal itu ditandai dengan kondisi air yang tidak lagi keruh, dan bau belerang juga tidak begitu keras menyengat. Dia berharap semburan terus mereda.
Untuk kematian ikan, kata dia, sejauh ini belum bisa diketahui. Alasannya, saat ini petani KJA belum berani naik untuk mengecek kondisi ikan. “Kami belum berani naik ke KJA untuk melihat kondisi ikan. Mudah-mudahan kematian ikan tidak terlalu besar supaya kami terhindar dari kerugian,” harapnya.
Mengantisipasi ikan mati, jelasnya, pemilik keramba tidak melakukan aktivitas berlebihan di seputaran KJA. Termasuk tidak memberi ikan mereka pakan, supaya ikan tidak stres dan berenang ke dasar danau. Untuk kerawanannya ada pada ikan yang siap panen, karena berebutan oksigen, terutama umur enam bulan ke atas.
Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, yang dimintai tanggapan terpisah mengungkapkan, sejauh ini instansinya belum menerima laporan adanya kematian ikan sebagai dampak semburan belerang tersebut.
Meski demikian, dia tetap menurunkan tim perikanan untuk melakukan pemantauan di sekitar area semburan belerang. “Tim nantinya akan mengambil sampel air untuk dibawa ke lab untuk dilakukan pengecekan,” pungkasnya. gia
























