BANGLI – Sejak pandemi Covid-19 melanda sampai kini diterapkan PPKM Darurat, harga anjing kintamani turut terkena imbasnya. Komoditas anjing kintamani anjlok harganya lantaran sepinya pembeli yang datang ke wilayah Kintamani, khususnya di bilangan Penelokan, Desa Batur Tengah.
I Made Wirama Jaya, salah seorang pedagang anjing kintamani di kawasan Penelokan, Kamis (15/7/2021) menuturkan, belakangan ini konsumen atau penghobi anjing Kintamani yang datang menurun signifikan Hal ini terjadi akibat penutupan objek wisata di Kabupaten Bangli, termasuk Penelokan. “Konsumen turun drastis, makanya kami tidak berani menawarkan harga anjing terlalu tinggi,” ucapnya.
Dalam situasi normal, dia berani menawarkan seekor anakan anjing kintamani dengan harga Rp600 ribu. Kini, paling mahal dia menawarkan Rp500 ribu, itu pun masih memberi pembeli untuk menawar. Kalau tidak begitu, dia khawatir tidak akan ada yang membeli.
Selain turun harga, dia berkata pemasaran juga tidak menentu. Sebagai bayangan, terkadang dalam seminggu dia tidak bisa menjual seekor anjing. “Meski pemasaran kurang mendukung, saya tetap berjualan. Hitung-hitung sambil mengisi hari libur, siapa tahu ada yang membeli,” cetusnya bernada harap. gia
























