Diminta Tinjau PPKM Darurat, Bupati Mahayastra Minta Legislator Gianyar Bersurat ke Pusat

  • Whatsapp
KARENA aturan PPKM Darurat, pertokoan di Kota Gianyar yang masuk sektor nonesensial tutup. foto: adi

GIANYAR – Usulan Fraksi Indonesia Raya DPRD Gianyar agar pemerintah pusat meninjau PPKM Darurat, dan minta aktivitas usaha masyarakat kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan, mendapat tanggapan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Kamis (15/7/2021).

Menurut Mahayastra, untuk bisa menindaklanjuti usulan legislator tersebut, suratnya agar disampaikan ke pemerintah pusat. Sebab, PPKM Darurat merupakan perintah yang wajib dilakukan pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

“Suruh saja Dewannya (legislator) bikin surat langsung ke pusat dan ke Gubernur. (PPKM Darurat) ini sudah perintah yang wajib dilaksanakan semua bupati dan wali kota, tidak lagi bisa menambah dan mengurangi aturan yang ada di Inmendagri tersebut. Tugas kami hanya bekerja,” serunya.

Ketua Fraksi Indonesia Raya DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra, saat dimintai tanggapan tentang saran Bupati Mahayastra agar membuat surat ke pemerintah pusat dan Gubernur, mengaku belum bisa memberikan tanggapan. “Mohon maaf, sementara belum bisa memberikan tanggapan, sedang ada urusan. Nanti saya telepon lagi,” sahutnya singkat.

Sebelumnya, Ngakan Ketut Putra didampingi Sekretaris Fraksi, I Ketut Astawa Suyasa, minta pemerintah pusat sebaiknya meninjau pemberlakuan PPKM Darurat di Gianyar dan Bali pada umumnya. Alasannya, aturan penutupan usaha dan penyekatan aktivitas masyarakat justru membuat situasi semakin sulit.

Baca juga :  Transmisi Lokal Makin Mengancam, Sosialisasi Cegah Covid-19 di Bali Harus Lebih Masif

Indikatornya, sebelum PPKM Darurat diterapkan, kasus Covid-19 di Gianyar justru bisa ditekan. Per April 2021, dari 79 bed yang disediakan untuk pasien Covid-19 di RSUD Sanjiwani, hanya terisi sembilan orang yang terkonfirmasi Covid-19, dan empat pasien dalam status suspect.

Sementara pada awal Juli 2021, meski mengalami kenaikan, tapi jumlahnya masih bisa dikontrol hanya sebanyak 16 kasus. Melihat dari data tersebut, Putra mengatakan tingkat kedisiplinan masyarakat Gianyar tidak perlu diragukan lagi.

Belum lagi target vaksinasi Gianyar yang hanya 70 persen untuk membentuk herd immunity, realisasinya sudah mendekati 80 persen. “Karena itu, seharusnya aktivitas masyarakat Gianyar tidak perlu dikontrol sangat ketat seperti saat ini,” lugasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.