Sanksi Ketua Bawaslu Dompu Jadi Pelajaran Penyelenggara Pemilu di NTB

ANGGOTA Bawaslu NTB, Suhardi. Foto: rul

MATARAM – Anggota Bawaslu NTB, Suhardi, menilai kasus yang menimpa Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Irwan, menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu, di NTB.

Berdasarkan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Irwan dijatuhi sanksi peringatan keras karena rangkap jabatan di suatu perusahaan. Padahal penyelenggara pemilu dilarang rangkap jabatan.

Bacaan Lainnya

Suhardi berujar akan segera menindaklanjuti putusan DKPP tersebut. “Begitu kami terima salinan putusan DKPP, langsung akan kami sosialisasikan. Sejauh ini kami sudah mendengar putusan itu, karena saya juga hadir di sana,” katanya, Minggu (27/3/2022).

Mantan anggota KPU Lobar dua periode itu memaparkan, dalam kasus yang menimpa Irwan itu, dia sedari awal mengingatkan seluruh jajaran Bawaslu di 10 kabupaten/kota di NTB agar bekerja fokus dan menanggalkan semua jabatan apapun.

Sebab, kewajiban bekerja penuh waktu sebagai penyelenggara pemilu telah termaktub sesuai dengan ketentuan Pasal 117 ayat (1) huruf M, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. “Karena sudah ada sanksi peringatan keras, maka putusan DKPP ini harus jadi pelajaran kepada penyelenggara pemilu di NTB,” harapnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Irwan merupakan Teradu dalam dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu dengan perkara nomor 10-PKE-DKPP/II/2022.

Baca juga :  Nilai Investasi di Buleleng Capai Rp10 Triliun Lebih

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Teradu Irwan selaku Ketua merangkap anggota Bawaslu Kabupaten Dompu, terhitung sejak dibacakannya putusan ini,” seru Ketua Majelis, Prof. Teguh Prasetyo, didampingi dua anggota majelis, Ida Budhiati dan Didik Supriyanto, di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Rabu (23/3/2022) malam.

Dalam sidang pembacaan pembacaan putusan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP), Irwan selaku Teradu terbukti rangkap jabatan sebagai Direktur CV Media Kita. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.