Rusak Dimakan Usia, 12 Pompa PDAM Bangli Harus Diganti

  • Whatsapp
KABAG Administrasi dan Keuangan PDAM Tirta Danu Arta, Gusti Agung Jelantik Sutha Baskara. Foto: ist

BANGLI – Sedikitnya 12 pompa yang dimanfaatkan PDAM Tirta Danu Arta ternyata rusak dimakan usia. Pergantian pompa dilakukan perusahaan pelat merah ini sejak tahun 2021 dengan biaya miliaran rupiah. Hal tersebut disampaikan Kabag Administrasi dan Keuangan PDAM Tirta Danu Arta, Gusti Agung Jelantik Sutha Baskara, Kamis (13/1/2022).

Dia menguraikan, kerusakan pompa dominan karena tegangan listrik dari PLN yang fluktuatif atau naik-turun. Di samping itu kerusakan juga karena karena musibah tersambar petir. ”Dalam anggaran tahun 2021 kami telah melakukan pergantian 12 unit pompa, karena jika tidak diganti maka suplai air terganggu,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dipaparkan, satu unit pompa menghabiskan anggaran berkisar Rp100 juta hingga Rp200 juta. Sementara jumlah pompa yang dimanfaatkan sebanyak 37 unit, tersebar di beberapa sumber mata air. ”Untuk pergantian pompa memang butuh waktu, karena harus menunggu ketersedian barang dari penyedia,” sambungnya.

Memasuki musim hujan seperti sekarang, dia berujar terjadi penurunan pendapatan perusahaan dalam nilai cukup signifikan setiap bulan. Sebab, masyarakat sebagian besar menggunakan air tadah hujan. Seperti yang galib dilakukan sebagian besar konsumen di Kecamatan Kintamani dan Tembuku.

”Sebelum dilayani PDAM, masyarakat di sana manfaatkan air hujan yang ditampung dalam cubing. Ketika memasuki musim hujan, masyarakat menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Mereka baru memanfaatkan air PDAM ketika stok air cubang habis atau saat musim kemarau,” terangnya.

Baca juga :  Ratusan Warga Kelurahan Dangin Puri Jalani Vaksinasi Tahap II

Dalam kondisi normal, imbuhnya, pendapatan dari penjualan air senilai Rp2,2 miliar per bulan. “Dari laporan yang kami terima, penurunan pendapatan di angka 500 juta per bulan sejak musim hujan tiba,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.