Rugikan Petani, Parta Tolak Impor Beras

  • Whatsapp
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta. Foto: ist
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta. Foto: ist

DENPASAR – Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta, menolak rencana impor satu juta ton beras yang akan dijalankan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Rencana impor beras itu, kata dia, tidak senapas dan bertolak belakang dengan visi Presiden Jokowi soal kedaulatan, kemandirian serta ketahanan pangan.

“Bagaimana mau memahami visi Pak Jokowi soal kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan jika skema impor selalu dijadikan acuan oleh Mendag? Yang jelas ini menyinggung perasaan para petani kita, yang susah payah memenuhi kebutuhan masyarakat,” sesal politisi PDIP tersebut.

Bacaan Lainnya

Parta menilai rencana impor beras itu sama sekali tidak merepresentasikan kepentingan negara, apalagi kepentingan para petani. Mendag Lutfi seyogianya memahami bahwa petani adalah penghasil kebutuhan strategis negara. Karena itu Mendag mesti membuat kebijakan yang berpihak dengan melindungi dan membela para petani, bukan sebaliknya. “Menteri Perdagangan harusnya membuat kebijakan yang membeli hasil pertanian lebih tinggi dari harga pasar, bukan malah sebaliknya membawa beras dari luar negeri,” serunya.

Lebih jauh diuraikan, impor beras tidak perlu dilakukan karena stok beras saat ini cukup memadai untuk beberapa bulan ke depan. Data Badan Pusat Statistik (BPS), ungkap Parta, menunjukkan stok beras masih aman, bahkan surplus. Data potensi produksi beras pada Januari sampai April 2021 sekitar 14 juta ton, atau naik 26 persen dibandingkan 2020.

Baca juga :  Hari Libur, Razia Prokes di Bangli Jaring 102 Pelanggar

“BPS juga menyebutkan potensi surplus beras pada bulan Januari-April sekitar 4,8 juta ton. Mendag harusnya lihat data ini, karena ini lembaga resmi negara yang diberi mandat undang-undang,” sergah mantan Ketua Komisi IV DPRD Bali tersebut.

Menimbang data-data itu, lanjut Parta, rencana impor beras tidak tepat dilakukan saat ini karena petani memasuki masa panen. Dia memperingatkan agar tidak ada pihak yang menjatuhkan atau melemahkan moral para petani. “Jangan korbankan para petani kita dengan kebijakan yang berbau kepentingan para pemburu rente. PDIP akan berdiri tegak bersama para petani, menolak jika ada kebijakan yang merugikan,” janjinya. bro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.