Rapat BLUD DPD RI, Wagub Cok Ace Sampaikan Pariwisata Bali Berkualitas

  • Whatsapp
WAGUB Bali Cok Ace saat mengikuti RDP bersama BLUD Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tahun 2021 secara virtual di ruang kerjanya, Rabu (20/1/2021). Foto: ist
WAGUB Bali Cok Ace saat mengikuti RDP bersama BLUD Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tahun 2021 secara virtual di ruang kerjanya, Rabu (20/1/2021). Foto: ist

DENPASAR – Pariwisata Bali yang berkualitas dan mempunyai daya saing, maka dimaknai bahwa pariwisata memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Badan Legislasi Urusan Daerah (BLUD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tahun 2021 secara virtual diruang kerjanya, Rabu (20/1/2021).

Bacaan Lainnya

‘’Tidak merusak apalagi mematikan sumber-sumber daya yang dimiliki Bali baik keyakinan dan kepercayaan masyarakat, sumber daya manusia maupun sumber daya alam Bali,’’ imbuh Cok Ace. 

Dalam rapat yang juga diikuti perwakilan dari Kota Bandung dan Kabupaten Soppeng, Cok Ace juga memaparkan inovasi daerah Provinsi Bali pada sektor pariwisata. Terutama langkah-langkah dalam menghadapi kebencanaan seperti dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020.

‘’Penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali perlu dijaga secara kondusif sesuai dengan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Berencana Menuju Bali Era Baru,’’ katanya. 

‘’Secara spesifik Perda tersebut tidak mengandung penanganan wabah Covid secara khusus, karena Perda disusun tahun 2019 sebelum terjadi pandemi. Tapi kalau kita perhatikan secara seksama bab demi bab, pasal demi pasal, terutama pada pasal 30 telah diatur tentang kebencanaan meliputi perihal pencegahan bencana, penanganan dan pemulihan pasca bencana,’’ jelas Cok Ace

Baca juga :  Cegah COVID-19, Ruang Publik di Denpasar Disemprot Disinfektan

Cok Ace menyebutkan, isi dari Perda ini di antaranya, gubernur menetapkan pertama, kebijakan-kebijakan pencegahan bencana atau keadaan darurat dan pemulihan kepariwisataan budaya Bali dari akibat kebencanaan atau keadaan darurat. 

Kedua, kebijakan menyangkut program aksi dan protokol pencegahan, penanganan dan pemulihan dari akibat kebencanaan. Dan ketiga, hal atau keadaan darurat atau bencana yang disebabkan faktor alam atau non alam yang menyebabkan menurunnya pertumbuhan kepariwisataan Bali secara luas.

Nah, wabah Covid termasuk yang disebabkan nonalam,’’ jelasnya secara rinci sembari lanjut memaparkan kebijakan-kebijakan maupun program-program yang sudah dilaksanakan Pemprov Bali selama pandemi berlangsung.

Sementara itu, Senator asal Papua Dr. Filep Wamafma selaku pimpinan rapat menjelaskan, rapat dimaksud guna menjaring informasi dan aspirasi daerah terhadap pemerintah yang meliputi tiga daerah yakni Provinsi Bali terkait inovasi kepariwisataan, Kota Bandung terkait Usaha Kecil Menengah dan Kabupaten Soppeng terkait SDM, yang keseluruhannya menyangkut keberlangsungan selama pandemi Covid-19. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.