Rakor Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Bali, Sekolah PGRI Didorong Jadi Pelopor Membangun Ekosistem Pendidikan

  • Whatsapp
IGN Edyy Mulya beserta jajaran Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Bali, usai membuka rapat koordinasi di SMP PGRI 3 Denpasar, Rabu (22/12/2021). Foto: ist
IGN Edyy Mulya beserta jajaran Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Bali, usai membuka rapat koordinasi di SMP PGRI 3 Denpasar, Rabu (22/12/2021). Foto: ist

DENPASAR – Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Bali, Rabu (22/12/2021) menggelar rapat koordinasi (Rakor) di SMP PGRI 3 Denpasar. Rakor yang diikuti para Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI kabupaten/kota se-Bali serta kepala sekolah PGRI se-Bali ini dibuka Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Dr. Ir. IGN Eddy Mulya, SE., M.Si. Acara juga dihadiri penglingsir YPLP PGRI Bali, Drs. IGB Artanegara, SH., MH., M.Pd.

Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Bali, Dr. I Made Suada, M.M., M.Si., mengatakan, rakor bertujuan menyatukan langkah dan persepsi untuk membangun sekolah PGRI yang besar, kuat, bersemangat, digemari dan dicari oleh masyarakat. Ini sejalan dengan misi utama YPLP PGRI bukanlah aspek ekonomi atau finansial anggota, melainkan pembangunan pendidikan dan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat kekinian.

Bacaan Lainnya

Ia menekankan, persekolah PGRI didirikan oleh orang-orang PGRI, tokoh-tokoh PGRI dan pengurus-pengurus PGRI. Persekolahan PGRI ini sebagai alat perjuangan membantu mencerdaskan bangsa sehingga menghasilkan penerus bangsa yang terdidik. Jiwa dan semangat itulah, tegas Made Suada, tak boleh padam karena didalamnya ada semangat UUD 1945 dan Pancasila.

Ia juga memotivasi para kasek dan pengelola persekolahan PGRI bangkit dan bekerja untuk memajukan sekolah PGRI agar sejajar dengan sekolah negeri. Bukan sebaliknya berkecil hati ketika tidak mendapat murid, tapi harus introspekasi diri. Kuncinya, kata Made Suada yang juga Kepala SMP PGRI 3 Denpasar ini, kasek dan pengelola persekolahan PGRI harus terus berinovasi meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan berkualitas jika tak ingin ditinggal masyarakat.

Baca juga :  Catat! 7 Juli, Pendakian ke Gunung Rinjani Dibuka, Ini Syaratnya

IGN Eddy Mulya saat membuka rakor menekankan, persekolahan PGRI saat ini harus beradaptasi dan berkolaborasi membangun ekosistem pendidikan. Semua aspek yang terlibat pada bidang pendidikan mulai dari siswa, guru, pegawai, orangtua, dan masyarakat harus bergerak.

Ia mengatakan, untuk mencapai ekosistem yang baik diperlukan alatnya, yakni guru penggerak, sekolah penggerak, dan organisasi mitra. Persekolahan PGRI diharap mampu menangkap peluang ini untuk menciptakan guru penggerak sebanyak-banyaknya dan merebut tiket sekolah penggerak.

Ia tak memungkiri tiap tahun tumbuh berdiri sekolah swasta baru. Namun, ia yakin sekolah PGRI tetap mampu bersaing. Saat ini pilihan melanjutkan sekolah tak lagi ditentukan orangtua siswa, tapi oleh calon siswa itu sendiri. Karenanya, sekolah PGRI diminta tampil adaktif dan terus menciptakan terobosan baru jika tak mau ditinggal calon siswa.

Semisal, sekolah bidang vokasi dengan menonjolkan keunggulan ekonomi kreatif seperti membuka program trading dan e-commerce yang ngetren saat ini. Ia juga yakin sekolah PGRI mampu menyukseskan Program Merdeka Belajar dan belajar merdeka, serta menciptakan pemimpin pembelajaran yang kini didengungkan Kemendikbudristek.

Rakor sehari menurut Ketua Panitia, I Made Putra Wirawan, S.Pd., MM., M.Pd., membahas empat poin penting. Pertama, pembahasan program kerja disampaikan oleh Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Bali, Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. Kedua, pembahasan isu-isu yang berkembang oleh perwakilan YPLP PGRI Badung.Ketiga, program semangat kerjasama, bersinergi dengan pemerintah, sekolah negeri dan swasta disampaikan oleh Drs. I Wayan Ginastra, MM.; dan Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. Dan, keempat, membangun semangat menjadikan sekolah PGRI yang besar, kuat, bersemangat, digemari dan dicari oleh masyarakat diiisi oleh Drs. I Nengah Madiadnyana, MM. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.