Bawaslu-MDA Karangasem Sepakat Persempit Potensi Pelanggaran Pemilu

  • Whatsapp
KETUA Bawaslu Karangasem, I Putu Gede Suastrawan; bersama Bendesa Madya MDA Kabupaten Karangasem, I Ketut Alit Suardana, usai menandatangani perjanjian kerjasama di kantor Bawaslu Karangasem, Rabu (22/12/2021). Bawaslu Karangasem menggandeng Majelis Desa Adat Kabupaten Karangasem untuk bekerja mempersempit potensi pelanggaran Pemilu. Foto: ist
KETUA Bawaslu Karangasem, I Putu Gede Suastrawan; bersama Bendesa Madya MDA Kabupaten Karangasem, I Ketut Alit Suardana, usai menandatangani perjanjian kerjasama di kantor Bawaslu Karangasem, Rabu (22/12/2021). Bawaslu Karangasem menggandeng Majelis Desa Adat Kabupaten Karangasem untuk bekerja mempersempit potensi pelanggaran Pemilu. Foto: ist

KARANGASEM – Mengimplementasikan Gerakan Masyarakat Adat Terkoordinasi Awasi Pemilu dan Jaga Pilkada (Gema Siwa Puja), Bawaslu Karangasem menggandeng Majelis Desa Adat Kabupaten Karangasem untuk bekerja mempersempit potensi pelanggaran Pemilu. Kedua pihak menandatangani perjanjian kerjasama di kantor Bawaslu Karangasem, Rabu (22/12/2021). Turut hadir dalam kesempatan itu komisioner Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra; dan Petajuh Desa Madya, I Made Putu Arianta. 

Ketua Bawaslu Karangasem, I Putu Gede Suastrawan, dalam sambutannya menyebutkan, melalui kerjasama itu dia berharap dapat menjadi tonggak terciptanya partisipasi lebih luas dari masyarakat, khususnya masyarakat adat di Karangasem, dalam rangka pengawasan Pemilu maupun Pilkada.

Bacaan Lainnya

“Tujuan (kerjasama) ini tidak lain untuk menciptakan dan mewujudkan Pemilu yang berintegritas, yang sesuai dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” kata Suastrawan. 

Dia berharap MDA Kabupaten Karangasem, termasuk MDA tingkat kecamatan, dapat menjadi motor penggerak terciptanya pengawasan partisipatif dalam lingkungan sosial masyarakat di Karangasem. Selain itu juga melibatkan berbagai komponen masyarakat lainnya. Namun, sambungnya, pada kenyataanya kegiatan pengawasan terutama dalam hal pencegahan terjadinya pelanggaran-pelanggaran Pemilu belumlah maksimal. Hal ini nyata terlihat dalam sisi keberanian masyarakat mencegah dan melaporkan setiap dugaan pelanggaran kepada Bawaslu Karangasem.

Baca juga :  Bali Perlu Cari Wisatawan Negara Lain, Antisipasi Ketiadaan Kunjungan Australia

“Dengan adanya peran serta komponen masyarakat adat, dapat menjadi motor penggerak yang lebih berperan aktif dalam hal pencegahan, pengawasan, maupun pelaporan dugaan pelanggaran pemilu,” harap Suastrawan. Bendesa Madya MDA Kabupaten Karangasem, I Ketut Alit Suardana, berkata, adanya penandatanganan kerjasama ini bisa dijadikan tanda bahwa MDA Kabupaten Karangasem bekerjasama mewujudkan Pemilu maupun Pilkada yang tertib, tentram dan sejahtera. “Kami beserta komponen masyarakat hukum adat, khususnya desa adat, akan sekuat tenaga mendukung fungsi pencegahan dan pengawasan Bawaslu Karangasem demi terwujudnya Pemilu yang tertib, tentram dan sejahtera,” janji Alit Suardana. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.