Puluhan Orang Unjuk Rasa di DPW PPP NTB, Tolak SK Pengurus DPC PPP Lotim

  • Whatsapp
SPANDUK berisi kecaman kepada Ketua DPW PPP NTB atas terbitnya SK DPC Lotim yang dianggap cacat prosedural. Foto: rul

MATARAM – Sejumlah pengunjuk rasa yang mengaku berasal dari Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berunjuk rasa di kantor DPW PPP NTB, Rabu (22/12/2021).

Mereka menilai langkah DPP yang menerbitkan SK kepengurusan DPC PPP Lotim dengan Lalu Husnan Karyadi sebagai Ketua dan Farouk Bawazir sebagai Sekretaris, merupakan langkah cacat prosedur. Alasannya, yang mengakar di bawah adalah pengurus yang dikendalikan Fahrurozi.

Bacaan Lainnya

“Ini aneh, DPW di bawah kepemimpinan Pak Muzihir dan Sekretaris Akri malah memberi rekomendasi kepada pengurus yang tidak mengakar di kader PPP Lotim,” seru Ripaah, salah seorang demonstran, dalam orasinya.

Sambil membentangkan spanduk dan pamflet yang berisi hujatan terhadap Ketua DPW PPP NTB, pengunjuk rasa memaksa agar SK untuk Lalu Husnan Karyadi dan Farouk Bawazir itu ditinjau ulang.

“Jika ingin PPP di Lotim itu besar, sebaiknya SK yang sudah diterima ke Lalu Husnan itu ditinjau ulang, atau minimal kepengurusan Pak Fahrurozi bisa diakomodir di DPC PPP Lotim,” tegas Ripaah.

Mendengar aspirasi itu, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) PPP, Qoyyum Abdul Jabar; bersama Wakil Ketua DPP, Ermalena, yang kebetulan berada di Mataram untuk menyerahkan SK kepengurusan 10 DPC PPP se-NTB secara kolektif, minta perwakilan pengunjuk rasa masuk kantor DPW.

Baca juga :  Bupati Dana Menginap di Banjar Dinas Purwayu, Disuguhi Olahan Gayas

Keduanya bersedia mendengar tuntutan pengunjuk rasa, tapi dalam pertemuan secara tertutup yang dikawal kepolisian.

Dari pantauan, sejumlah tuntutan disampaikan pengunjuk rasa di hadapan pengurus DPW. Usai pertemuan sekitar 30 menit, Qoyyum Abdul Jabar berkata dia hanya menerima aspirasi pengunjuk rasa asal Lotim tersebut.

“Kalau soal perubahan SK dan masalah diakomodir dalam kepengurusan DPC PPP Lotim, nanti kami sampaikan di rapat harian DPP yang dihadiri Ketua Umum dan Sekjen DPP,” kata Qoyyum.

Dia pribadi tidak mempersoalkan adanya unjuk rasa tersebut, karena menilai dinamika di partai merupakan hal biasa dan masih dalam taraf kewajaran. Dinamika itu juga sebagai tanda bahwa PPP merupakan partai besar.

“Iya kami terima dan dengar aspirasinya, nanti kalau mengakomodir lima orang di kepengurusan DPC PPP Lotim itu kami sampaikan ke Pak Ketua Umum di rapat harian. Nggak bisa saya dan Bu Waketum memutuskan sekarang,” tegas Qoyyum.

Mengenai perusakan kantor DPC PPP Lotim oleh orang yang tidak dikenal pada Jumat (17/12/2021) malam, dia mengaku menerima laporan dari DPW PPP NTB terkait insiden itu. Hanya, sampai sekarang dia mendaku belum tahu siapa pelakunya.

Jika tahu dan pelakunya kader, dia berjanji segera memberi sanksi tegas. Karena tidak tahu, makanya partai menyerahkan ke aparat penegak hukum untuk mengusutnya. Partai disebut dalam posisi menunggu bagaimana proses hukumnya.

Baca juga :  Bali Tambah 119 Pasien Covid-19 Sembuh, Positif 103, Meninggal Bertambah 5 Orang

Di kesempatan terpisah, Ketua DPW PPP NTB, Muzihir, berkata sudah melaporkan insiden perusakan kantor DPC PPP Lotim kepada kepolisian melalui pengurus DPC dan anggota DPRD Lotim.

“Setelah insiden itu langsung dilaporkan ke aparat kepolisian. Sudah dicek, ada kerusakan di luar kantor, tapi yang parah itu di dalam kantor,” ucap Wakil Ketua DPRD NTB itu.

Untuk pelakunya, Muzihir terkesan mengantongi identitas “calon tersangkanya”. Alasannya, melihat modus pelaku yang tahu betul kondisi kantor, dia menduga tidak jauh-jauh dari internal kader PPP Lotim. Hal itu diperkuat dengan keterangan sejumlah pihak terkait yang mengetahui betul insiden tersebut.

“Intinya, kuat dugaan dan mustahil perusakan dilakukan orang luar. Tapi kami enggak mau mendahului penyelidikan oleh Polres Lotim yang masih berjalan hingga kini,” tandas Muzihir. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.