Gianyar Punya Pusat Penanganan Trauma dan Stres

  • Whatsapp
PERESMIAN Trauma Center and Stress Management, Rabu (22/12/2021). Foto: ist

GIANYAR – Sekretaris Tim Penggerak (TP) PKK Gianyar, Ni Wayan Sriyani, meresmikan Trauma Center and Stress Management by Evette Rore, Rabu (22/12/2021) di The Mansion Hotel Restaurant and Spa. Program ini merupakan kegiatan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami trauma atau stres akibat pelbagai situasi.

Founder Metaphysical Anatomy Technique, Evette Rose, menjelaskan, alasan didirikannya pusat penanganan trauma dan stres itu karena melihat kondisi masyarakat Bali pada masa pandemi yang kurang baik. Ada bencana alam di beberapa daerah, dan makin marak kejahatan serta kekerasan.

Bacaan Lainnya

Semua itu mengakibatkan dampak buruk pada kehidupan masyarakat, khususnya kesehatan mental. Dia berharap dengan berdirinya pusat penanganan trauma dan stres itu mampu memberi pendampingan kepada masyarakat.

Senada dengan itu, Wayan Sriyani mengungkapkan pusat trauma ini akan menjadi tempat bertukar pikiran atau mengeluarkan keluh kesah masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat mengelola pikiran atau mentalnya agar tetap sehat.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan program yang digaungkan Ketua TP PKK Gianyar, yang menekankan pada kesejahteraan keluarga dengan menerapkan pola asuh anak dan remaja, sehingga terwujud kesejahteraan keluarga.

Selain itu, TP PKK Gianyar juga meluncurkan program Posyandu Sehat Rohani dan Jasmani (Seroja) Aman, yang akan melayani masyarakat dalam hal kesehatan mental. Program ini dijalankan di 21 desa di Gianyar.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Kelurahan Sumerta Monitoring Prokes di Pasar Ketapian

Posyandu Seroja Aman, terangnya, melayani kesehatan masyarakat atau anggota keluarga yang mengalami gangguan mental secara terpadu. Posyandu itu diharap dapat mencegah semaksimal mungkin munculnya penderita gangguan jiwa.

“Saya mengapresiasi bahwa di tengah pandemi ada yang begitu perhatian kepada masyarakat. Dalam situasi sulit ini banyak yang stres karena tekanan ekonomi, atau karena adanya trauma akibat diskriminasi ataupun KDRT,” pujinya sembari berjanji menggaungkan gerakan tersebut guna menekan jumlah masyarakat yang stres atau trauma karena berbagai hal. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.