PTM Terbatas 100 Persen di Buleleng, Sekolah Diminta Tetap Menerapkan Prokes Ketat

  • Whatsapp
PELAKSANAAN PTM Terbatas 100 persen di SMPN 1 Singaraja, Buleleng, Senin (10/1/2022). Foto: rik

BULELENG – Seiring perkembangan kasus Covid-19 di Buleleng yang sudah melandai, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas secara 100 persen dengan masa percobaan mulai dilakukan di Buleleng, Senin (10/1/2022). Hanya saja, untuk di Buleleng tidak semua sekolah menerapkan PTM terbatas secara 100 persen.

Seperti di SMPN 1 Singaraja yang dipantau langsung Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Made Astika. Terlihat sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19, baik pengawasan siswa yang baru datang, saat berada di dalam kelas serta sampai pulang sekolah.

Bacaan Lainnya

Astika mengatakan, PTM terbatas 100 persen ini sudah dilakukan, namun ada juga sekolah yang melaksanakan 50 persen karena situasi ruang kelas termasuk jarak tempat duduk. Meski demikian, satuan pendidikan sudah dapat melakukan kegiatan tatap muka secara terbatas.

Astika menegaskan, ada catatan aktivitas di sekolah belum diperbolehkan dilakukan, misalnya keluar sekolah. ‘’Seluruh aktivitas anak-anak, pembelajaran di dalam kelas, olahraga, ekstrakurikuler, pramuka sudah boleh dilakukan dengan tetap menaati protokol kesehatan Covid-19,’’ katanya.

Dalam pelaksanaan uji coba PTM, jelasnya, juga dilakukan uji sampel tes swab antigen secara acak, baik siswa maupun guru dan pegawai. ‘’Upaya ini dilakukan untuk mengetahui dan mengecek apakah ada atau tidak indikasi penyebaran Covid-19. Kemarin sudah dilakukan di SMA. Mudah-mudahan tidak ada yang reaktif,’’ ujar Astika.

Baca juga :  Menpora Apresiasi Penerapan Prokes di Gelembung IBL 2021

Kepala SMPN 1 Singaraja, Ni Putu Karnadhi, mengaku pengawasan yang dilakukan oleh pihak Satgas Covid-19 sekolah yakni tetap mengawasi siswa saat pertama hadir, saat istirahat sampai jam pulang. Bahkan, setiap pagi, orang tua siswa membuat laporan di grup WA bahwa kondisi anaknya sehat atau tidak sehat.

‘’Mereka sudah mengerti SOP-nya, istirahat itu berada di dalam kelas atau di telajakan teras kelasnya masing-masing, dan tidak boleh berkeliaran di mana-mana. Kami sudah menerapkan prokes dengan ketat,’’ jelas Karnadhi.

Saat ini SMPN 1 Singaraja sebagai salah satu sekolah sampel telah melaksanakan test swab antigen terhadap 100 siswa dan 20 guru maupun pegawai secara random atau acak. ‘’Mudah-mudahan tidak ada yang hasilnya reaktif agar nantinya PTMT ini berjalan dengan lancar,’’ pungkas Karnadhi. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.