Prajuru Ubud Dukung Revitalisasi Pasar Tradisional Ubud

  • Whatsapp
PERTEMUAN Bupati Gianyar, Made Mahayastra, dengan Prajuru Desa Adat Ubud. Foto: ist

GIANYAR – Prajuru (pengurus adat) Desa Adat Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar, menggelar pertemuan dengan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, di Kantor Bupati Gianyar, Senin (10/1/2022) pagi.

Pertemuan tersebut membahas terkait revitalisasi Pasar Tradisional Ubud yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Ubud. Prajuru Ubud menyatakan mendukung revitalisasi Pasar Tradisional Ubud.

Bacaan Lainnya

Sesuai data Pemkab Gianyar, untuk revitalisasi Pasar Tradisional Ubud disiapkan anggaran senilai Rp99 miliar. Saat ini prosesnya masih dalam persiapan tender.

Sumber dana revitalisasi terdiri dari dana pemerintah pusat atau Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp72 miliar, sedangkan Rp27 miliar sisanya bersumber dari APBD Gianyar.

Pertemuan dihadiri Bendesa Adat Ubud, Tjokorda Raka Kerthyasa, dan jajaran prajuru lainnya. Dalam pertemuan tertutup tersebut, pada intinya Desa Adat Ubud mendukung rencana Pemkab Gianyar merevitalisasi Pasar Tradisional Ubud.

Bupati Mahayastra mengatakan, dia berterima kasih kepada Prajuru Desa Adat Ubud yang mendukung revitalisasi.

“Terima kasih kepada Tjokorda Kerthyasa selaku Bendesa Adat Ubud, dan seluruh angga prajuru(anggota pengurus) atas dukungannya terhadap revitalisasi Pasar Ubud. Ke depan Pasar Tradisional Ubud bisa lebih nyaman dan bermanfaat untuk masyarakat Ubud, juga Desa Adat Ubud,” janjinya.

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Pasien Sembuh Bertambah Lagi 43 Orang, Positif 27 Kasus

Usai pertemuan Mahayastra mengungkapkan, revitalisasi Pasar Tradisional Ubud saat ini memasuki tahap persiapan tender. Untuk desain akan seperti Pasar Rakyat Gianyar.

Namun, dia menggarisbawahi akan lebih menonjolkan impresi artistik Bali. “Kami akan lebih menonjolkan kesan Bali, karena yang dijual di sana adalah budaya kita,” tegasnya.

Lebih jauh diterangkan, ada berbagai faktor yang menyebabkan Pemkab Gianyar harus melakukan revitalisasi Pasar Tradisional Ubud. Mulai dari pasar yang saat ini terkesan kumuh, sampai lokasi parkir masih mengganggu lalu lintas.

Dalam programnya, kelak setiap pembangunan besar di Gianyar wajib memiliki parkir bawah tanah. “Pembangunan ini tidak akan menghilangkan ciri khas Ubud sebagai daerah seni. Namun, kami hanya menata, menjadikannya lebih baik, lebih nyaman untuk dikunjungi,” lugasnya menandaskan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.