POSMERDEKA.COM, MATARAM – Sejumlah proyek molor yang bersumber dari dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD NTB tahun 2025, kini tengah dilakukan audit oleh Inspektorat NTB. Proyek senilai Rp 30 miliar tersebut umumnya banyak berada di Dinas Pertanian NTB, dengan total sekitar 200 paket, meliputi proyek pembangunan jalan usaha tani, irigasi, dan sebagainya.
“Mulai Senin kemarin anggota saya tersebar di 10 kabupaten/kota, turun melakukan audit pada Pokir DPRD NTB,” ujar Inspektur Inspektorat NTB, Budi Herman, Sabtu (17/1/2026).
Menurutnya, proyek-proyek ini tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa. Hanya saja, dari ratusan paket itu, tidak semua pengerjaannya mengalami keterlambatan. Laporan yang diterima, proyek itu ada yang sudah selesai fisiknya, tapi masih terkendala masalah administrasi. Namun, ada juga yang belum tuntas, dan ini yang didalami apa kendalanya sampai molor.
Budi menepis bahwa proses audit yang kini berjalan merupakan bentuk perlawanan eksekutif atas sikap kritis para anggota DPRD NTB. Budi menegaskan, audit adalah hal yang biasa. Apalagi, progres audit sudah mencapai 30%.
“Bukan bentuk serangan balik. Ini karena kami kejar waktu agar rampung dalam waktu dua pekan ke depan,” jelasnya.
Budi minta dukungan semua pihak agar proses audit oleh tim bisa tuntas tepat waktu. Alasannya, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan audit. Bahkan di wilayah Dompu tim audit sempat mengalami kendala akses akibat hujan dan angin kencang.
“Proses klasifikasi masih jalan di lapangan. Dan, saya luruskan, kami enggak mau berspekulasi soal konsekuensi atau sanksi. Tunggu saja hasil auditnya,” tandas Budi Herman. rul
























