Polsek Kintamani Ringkus Sejoli Pencuri Motor, Ini Barang Buktinya

KAPOLSEK Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto, saat merilis kasus pencurian sepeda motor, Rabu (18/10/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Unit Reserse Kriminal Polsek Kintamani membekuk pelaku pencurian dan penggelapan sepeda motor serta satu ponsel, Minggu (15/10/2023). Kedua tersangka ternyata memiliki hubungan asmara. Hal itu diutarakan Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto, Rabu (18/10/2023).

“Tersangka adalah I Ketut Joni Adnyana Adi Putra (20) asal Sukawana, dan Rosita Evayanti (44). Mereka mencuri dan menggelapkan sepeda motor beserta ponsel,” ucap Kapolsek.

Bacaan Lainnya

Kapolsek membeberkan, ada empat orang korban. Mereka adalah Dodi Ardi Widarso (29) yang ditipu berupa sepeda motor Yamaha N-Max, I Kadek Indrawan (19) melapor kehilangan sepeda motor Yamaha N-Max, Made Yusa Paramartha (16) melapor kehilangan sepeda motor merk Yamaha N-Max, dan Moch Handoko Abdullah (34) melapor ditipu berupa sepeda motor Honda Vario dan satu ponsel Realme.

Hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kintamani mengarah kepada I Ketut Joni Adnyana Adi Putra dan Rosita, pacarnya yang berasal dari Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng. Penyelidikan membuahkan informasi bahwa tersangka berpindah-pindah kos, dan terakhir terdeteksi di wilayah Negara, Jembrana.

Saat perjalanan menuju Negara, tim melihat tersangka melintas menuju Denpasar mengendarai mobil Honda Jazz putih DK 1049 WH. “Tim membuntuti dan berhasil mengamankan tersangka di daerah Kapal, Mengwi, Badung,” jelas Kapolsek.

Selain menipu, tersangka juga mengakui mencuri sepeda motor Yamaha N-Max di areal parkir Sukawana Sunrise, Desa. Sukawana milik Made Yusa Paramartha. Juga motor Yamaha N-Max di parkiran Le Monte Sunrise, Sukawana milik Kadek Indrawan. Kini keduanya ditahan di Polsek Kintamani dan dijerat tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses