Plt. Lurah Sumerta Larayasa Hadiri Pengarakan Ogoh-ogoh SD PGRI Kota Denpasar, Ajang Edukasi Budaya-Kreativitas Generasi Muda Menyambut Nyepi 1948

Plt. Lurah Sumerta, I Made Larayasa, saat membuka pengarakan ogoh-ogoh SD PGRI Kota Denpasar, Sabtu (14/3/2026). Foto: ist
Plt. Lurah Sumerta, I Made Larayasa, saat membuka pengarakan ogoh-ogoh SD PGRI Kota Denpasar, Sabtu (14/3/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya sejak dini, SD PGRI Kota Denpasar menggelar pengarakan ogoh-ogoh, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan dibuka Plt. Lurah Sumerta, I Made Larayasa, S.Sos., didampingi Kepala Lingkungan Abiankapas Kaja, I Nyoman Wirawan, S.Pd., ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Made Larayasa, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam bagi perkembangan anak-anak. “Melalui pembuatan dan pengarakan ogoh-ogoh, kita berharap anak-anak tidak hanya mengenal bentuk fisik ogoh-ogoh, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur budaya Bali yang mengajarkan tentang kesadaran diri, penghormatan terhadap alam, dan pentingnya hidup rukun bersama,” ujarnya.

Read More

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong kegiatan serupa untuk meningkatkan kreativitas dan kecintaan anak-anak terhadap warisan budaya lokal. Selain itu, acara ini juga berfungsi sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar warga sekolah.

Kepala SD PGRI Kota Denpasar, Ni Komang Yuliawati, S.Pd., mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk menanamkan nilai-nilai luhur kearifan lokal siswa melalui pembuatan dan pengarakan ogoh-ogoh yang berkaitan dengan kegiatan kokurikuler. Kegiatan diikuti 258 siswa yang mengarak sepuluh ogoh-ogoh terdiri dari tujuh ogoh-ogoh kecil dan tiga ogoh-ogoh besar.

“Rute pawai ogoh-ogoh mengambil start dari Jalan Meduri – Jalan Subita – Wr. Supratman – Jalan Meduri – kembali ke sekolah,” ujar Yuliawati.

Yuliawati didampingi Ketua Badan Pengawas Harian SD PGRI, Dra. Luh Gedong Renen, menyampaikan terima kasih atas dukungan orang tua siswa dan para guru atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebutnya biaya ogoh-ogoh kecil bersumber dari sumbangan orang tua siswa dan biaya ogoh-ogoh besar iuran dari siswa dan sumbangan dari guru serta orang tua siswa. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.