MATARAM – DPW PKB di tiga wilayah, yakni Provinsi NTB, Bali dan NTT atau yang lazim dikenal Bali-Nusra, diajak solid mengusung Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) menjadi bakal calon Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. “Saya beserta seluruh jajaran DPW dan DPC NTB mengajak sahabat saya DPW Bali dan seluruh DPC Bali dan DPW NTT beserta seluruh DPC NTT untuk kita sama-sama mantapkan niat, solid. Insya Allah 2024 kita bersama-sama berjuang mengusung Ketua Umum kita menjadi calon Presiden 2024-2029,” seru Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, Kamis (27/5/2021).
Irfani memastikan jajaran DPW PKB hingga anak ranting mulai bekerja membesarkan PKB. Apalagi berdasarkan rilis survei terbaru, PKB mengungguli Golkar dan masuk tiga besar. “Oleh sebab itu, karena tekad dan motivasi itulah, kami memantapkan niat dimulai dari NTB,” tegas anggota DPRD NTB itu.
“Kami mengusung Ketua Umum (Gus AMI) menjadi calon Presiden 2024-2029. Baik NTB dan NTT ini Sunda Kecil, walaupun tidak diperhitungkan di survei, tapi Bali, NTB dan NTT menjadi penentu kemenangan,” klaimnya tanpa merinci lebih jauh datanya.
Sementara itu, Gus AMI menyambut positif hasil survei dari Lembaga Survei Puspoll Indonesia yang menyebut elektabilitas PKB berada di tiga besar, mengungguli Partai Golkar. Dalam rilis Survei Puspoll Indonesia, tingkat elektabilitas PKB sebesar 9,2 persen. Posisinya berada di bawah PDIP (22,3 persen) dan Partai Gerindra 13,4 persen. Sementara Partai Golkar berada di posisi empat dengan 8,4 persen.
“Seluruh lembaga survei, Alhamdulillah, PKB akhirnya bisa di tiga besar. Tentu saja ini naik signifikan, bisa menggeser Golkar, dan bukan tidak mungkin bisa menggeser Gerindra dan PDIP,” cetusnya saat bersama pengurus dan kader PKB se Bali, NTT dan NTB.
Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra ini menyebut sejumlah alasan elektabilitas PKB kian hari kian meroket. Pertama, dia mendaku PKB selalu hadir di tengah masyarakat melalui berbagai aksi solidaritas, juga memperjuangkan kepentingan rakyat di parlemen maupun di eksekutif. “Kita senantiasa hadir di tengah kesulitan masyarakat. Karena itu berbagi, peduli dengan sekitar harus kita pertahankan, diatur dengan baik,” pesannya.
Kedua, lanjutnya, karena PKB konsisten mengawal dan memperjuangkan aspirasi rakyat, baik di tataran legislatif maupun eksekutif. Salah satunya diwujudkan dengan keberhasilan PKB memperjuangkan UU Pesantren, UU Desa dan lain sebagainya. Ketiga, karena struktur PKB mengakar mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat ranting. Struktur partai itu disebut sebagai tiang penyangga kekuatan partai yang harus diperkuat.
“Tiang kekuatan partai itu ada di struktur. Kalau PKB kuat, pasti strukturnya kuat,” lugasnya. rul























