Pilkel di 13 Desa di Bangli, 3 Petahana Tumbang

  • Whatsapp
KAPOLRES Bangli bersama Dandim 1626/Bangli memantau pelaksanaan Pilkel Serentak di 13 desa di Kabupaten Bangli, Kamis (18/2/2021). Foto: ist
KAPOLRES Bangli bersama Dandim 1626/Bangli memantau pelaksanaan Pilkel Serentak di 13 desa di Kabupaten Bangli, Kamis (18/2/2021). Foto: ist

BANGLI – Pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak di 13 desa di Kabupaten Bangli, Kamis (18/2/2021) berjalan aman dan lancar. Dalam pelaksanaan Pilkel ini, Polres Bangli menurunkan 200 personil, dibantu anggota Kodim 1626/Bangli. Yang menarik, tiga petahana gagal mempertahankan jabatan karena ditumbangkan penantang.

Berdasarkan data yang dihimpun, calon petahana yang tumbang terjadi di Desa Sukawana, yakni I Ketut Nonog hanya meraih 702 suara berbanding 2.663 suara yang didulang I Wayan Mister sebagai penantang. Hal serupa juga terjadi Desa Songan B, calon petahana Jro Lanang juga ditumbangkan Sekdesnya, I Ketut Sabtu, yang meraih 2.573 suara. Di Desa Batur Utara, I Wayan Tinggal juga menumbangkan petahana I Made Tasdinas, dengan meraih 450 berbanding 306 suara.

Bacaan Lainnya

Untuk petahana lainnya, semua meraih kemenangan. Di Desa Manikliyu, I Wayan Sartika; di Desa Songan A, I Ketut Artawan; di Desa Sekaan, I Wayan Muspa; di Desa Bayung Cerik, I  Nengah Mudayasa; di Desa Siakin, I Gede Disi; di Desa Selulung, I Putu Jaya Menala; dan di Batur  Tengah, I Made Sasmika. Pilkel di Desa Selat, I Made Weda menjadi pemenang, dan di Desa Pengiangan, Gemuh kembali sebagai perbekel.

Kapolres Bangli, AKBP IGA Dhana Aryawan, berkata, sesuai hasil pemantauan yang dilakukan bersama Dandim 1626/Bangli, keamanan pelaksanaan Pilkel di 13 desa tersebut berjalan kondusif. “Untuk penerapan prokes, dipastikan 100 persen pemilih sudah menggunakan masker. Sarana dan prasarana prokes di TPS juga tersedia dan tercukupi,” jelasnya.

Baca juga :  Semeton Bali Tabanan Dukung Pembubaran FPI

Meski patuh memakai masker, Kapolres tidak memungkiri masih ada kerumunan di sejumlah TPS. Sebab, pemilih usai mencoblos tetap di TPS menunggu hasil. Kapolres mengaku warga tersebut langsung diedukasi petugas dan mereka mengikuti. “Kami berupaya mencegah adanya kerumunan, begitu ada pemilih yang berkerumun langsung diarahkan petugas untuk pulang ke rumah masing-masing,” sebutnya.

Dandim Bangli, Letkol Inf. I Gde Putu Suwardana, menyebut menurunkan ratusan personil untuk pengawasan prokes dalam Pilkel.  Mereka diminta membantu Polres Bangli dalam pengamanan di tiap-tiap TPS. “Sebelum kegiatan pencoblosan, kami mengimbau warga untuk tetap melaksanakan prokes. Kita tidak ingin Pilkel ini menjadi klaster baru penyebaran Covid 19,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.