Pesona Bukit Asah, Berkemah Sambil Menikmati Pemandangan Indah

  • Whatsapp
BUKIT Asah, di Karangasem menjadi alternatif wisata baru di Bali bagian Timur. Wisatawan dapat berkemah sambil menikmati pemandangan indah di lokasi. Foto: nad
BUKIT Asah, di Karangasem menjadi alternatif wisata baru di Bali bagian Timur. Wisatawan dapat berkemah sambil menikmati pemandangan indah di lokasi. Foto: nad

KARANGASEM – Bukit Asah, di Karangasem menjadi alternatif wisata baru di Bali bagian Timur. Lokasi yang tadinya merupakan tempat wisata masyarakat Desa Bugbug kini dikenal sebagai destinasi unggulan Karangasem.

Keindahan Bukit Asah memang membuat terkesima. Letaknya di tebing atas laut. Dari Bukti Asah, wisatawan dapat melihat birunya air laut, tebing karang yang menjulang tinggi, dan Pantai Virgin yang memiliki hamparan pasir putih.

Bacaan Lainnya

Saat libur Natal dan Tahun Baru 2021, Bukit Asah banyak dikunjungi wisatawan yang melakukan kegiatan kemah. Namun jumlah tak seramai sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.

‘’Kunjungan per hari tidak bisa saya pastikan berapa jumlahnya yang jelas mencapai puluhan orang. Ada yang berkunjung untuk menikmati suasana bukit dan pantai, ada juga yang menginap di camp dengan menyewa tenda-tenda yang kita sudah sediakan fasilitasnya di sini,’’ tutur Kepala Pengelola Bukit Asah, I Putu Jenana, Minggu (3/1).

Jenana mengatakan, wisatawan yang ingin berkemah oleh pihak pengelola sudah disiapkan tenda. Ia menyebutkan harga sewa tenda ukuran besar per malam adalah Rp300.000 sampai Rp600.000, bergantung kelengkapannya.

Kontur tanah yang rata, ditumbuhi rumput halus memang membuat Bukit Asah menjadi lokasi yang cocok untuk berkemah. Tak jauh dari Bukit Asah, lima menit berkendara ada Pantai Virgin yang tak kalah memesona.

Baca juga :  Kasus Penusukan Terjadi Saat Hari Kemerdekaan

Hanya saja saat libur Nataru ini, Pantai Virgin juga nampak sepi. Ketut Merta salah seorang pemilik warung di kawasan Pantai Virgin mengatakan sebelumnya banyak wisatawan yang berkunjung, tapi sejak virus Corona menyerang kondisinya semakin sepi.

Merta yang sudah empat tahun mengelola usaha warung di Pantai Virgin, hanya bisa pasrah dengan keadaan. ‘’Apa boleh buat, gegara Corona semuanya sepi,’’ pungkas Merta. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.