Warga Mawang Kaja Tata Lingkungan Secara Swadaya

  • Whatsapp
PENATAAN telajakan di Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Ubud. Foto: adi
PENATAAN telajakan di Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Ubud. Foto: adi

GIANYAR – Warga Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Ubud, menata taman di telajakan depan rumahnya. Penataan itu pun dilakukan secara swadaya sepanjang jalan tempek kangin dan kauh oleh warga setempat untuk mengubah lingkungan yang sebelumnya kumuh. Hal itu diungkapkan penggerak dalam kegiatan itu, Made Suarjana, Minggu (3/1/2021).

Lebih lanjut Suarjana menjelaskan, penataan lingkungan berawal dari dampak pandemi Covid-19.  Sampai saat ini penataan tersebut baru selesai dikerjakan sepanjang 200 meter. ‘’Penataan ini dilakukan sejak Oktober 2020 lalu, dari gang yang ada di tempek kangin. Sekarang sudah mulai ke tempek kawan dengan panjangnya baru kurang lebih 200 meter,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Warga yang terlibat dalam penataan itu berawal dari iseng-iseng, lantaran banyak warga yang dirumahkan dampak pandemi untuk mengisi hari maka timbul inisiatif menata lingkungan. Selain krama, seka teruna juga sangat antusias dalam membantu penataan kebun tersebut.

‘’Semua krama ikut, terutama yang memiliki halaman di depan rumahnya yang dilakukan secara swadaya dan tidak ada paksaan,’’ ujarnya.

Tanaman hias yang  ditanam sepanjang jalan itu pun lebih banyak dicari pada tegalan warga untuk meminimalisir anggaran yang keluar. Hanya saja penataan lampu hias pihaknya membeli lengkap dengan lampunya seharga Rp50 ribu. Sehingga dari penataan itu juga diharapkan dapat menyadarkan masyarakat lainnya untuk menjaga lingkungan.

Baca juga :  Bupati Suwirta Sidak Penggunaan Masker di Pasar Seni

‘’Seka teruna yang mencari tanaman hias. Fokusnya seroja sebab paling mudah dicari agar tidak mengeluarkan dana. Harapan penataan ini agar berjalan untuk kebersihan lingkungan ke depannya. Karena sebelum ditata semrawut dan kurang rapi,’’ jelasnya.

Ditambahkannya, penataan itu dilakukan guna menumbuhkan rasa malu. Malu tidak menyapu depan rumah, dan supaya warga memiliki rasa  kebersamaan, agar di setiap telajakan bersih. ‘’Ini juga untuk menumbuhkan pola hidup bersih.  Ditambah lagi lingkungan diseragamkan agar kelihatan lebih bagus, dan rapi,’’ imbuhnya.

Suarjana mengungkapkan, penataan itu agar berbagai pihak ikut mendukungnya. Meski tidak memberikan sesuatu secara materiil, cukup ikut menjaga dan memelihara tanaman yang sudah hidup saja sudah lebih dari cukup. ‘’Kami tidak ada target, hanya jalan saja semoga terus berjalan seperti ini untuk menata lingkungan. Sementara nama yang kami berikan nama kegiatan ini Resikauh,’’ pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.