Pengelolaan Rp4,3 Triliun APBD Gianyar Harus Berintegritas Tinggi

APEL awal bulan Maret yang diikuti seluruh ASN di Pemkab Gianyar, Senin (2/3/2026). Foto: ist
APEL awal bulan Maret yang diikuti seluruh ASN di Pemkab Gianyar, Senin (2/3/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Pengelolaan APBD Gianyar senilai Rp4,3 triliun harus dilakukan dengan integritas tinggi, guna mencegah penyalahgunaan anggaran sekecil apa pun. Fokus pelayanan publik juga diperkuat melalui bantuan kesehatan, beasiswa pendidikan, serta digitalisasi layanan demi transparansi dan profesionalitas wilayah tersebut. Demikian disampaikan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, dalam apel awal bulan Maret di halaman kantor Bupati, diikuti seluruh ASN di Pemkab Gianyar, Senin (2/3/2026).

Menurut Mahayastra, APBD Gianyar yang kini mencapai lebih dari Rp4,3 triliun adalah amanah besar yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan integritas. “Kita mengelola uang rakyat dalam jumlah besar. Jangan pernah berpikir menyalahgunakan walaupun kecil, karena jika dikalikan ribuan ASN, nilainya akan sangat besar,” ucapnya dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya

Dalam bidang pelayanan publik, dia memaparkan berbagai capaian, di antaranya bantuan kesehatan, pemberian beasiswa bagi ribuan lulusan SMA/SMK ke perguruan tinggi dan LPK, serta digitalisasi layanan berbasis aplikasi demi transparansi dan profesionalitas. Mahayastra juga mengapresiasi raihan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) oleh Rumah Sakit Umum Payangan. Pun mendorong OPD lain untuk mempersiapkan diri menuju birokrasi yang melayani dan bebas korupsi.

Terkait pelayanan kesehatan, dia memastikan RSUD Sanjiwani akan menghadirkan layanan jantung terpadu dengan peralatan medis modern. Jadi, masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk pemasangan ring atau tindakan bypass. Pelayanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada bulan November mendatang.

Lebih jauh dia menegaskan komitmen untuk menuntaskan seluruh program yang tertuang dalam RPJMD secara terukur dan tepat waktu. Keberhasilan pembangunan disebut karena dukungan ASN. Namun, sebagai Bupati, dia menyatakan harus tetap tegas.

“Empat tahun ke depan kita harus tetap dalam mode kerja serius dan penuh konsentrasi. Jika pimpinan tidak kencang, birokrasi bisa kembali ke pola lama,” lugasnya. Menurutnya, kepemimpinan bukan untuk mencari popularitas di media sosial, melainkan untuk meninggalkan karya nyata yang dapat dinikmati masyarakat.

Pada kesempatan itu Mahayastra menyampaikan duka cita atas berpulangnya Bupati Gianyar periode 2003–2008 dan 2013–2018, Anak Agung Gde Agung Bharata. Atas nama Pemkab Gianyar dan seluruh masyarakat, dia menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan berbagai pondasi pembangunan yang ditorehkan; mulai dari penguatan desa adat hingga pembangunan infrastruktur.

Kepada ASN dia mengingatkan tidak ada artinya terlihat sibuk tapi tanpa hasil. Program sebagus apa pun tidak akan berjalan tanpa eksekutor yang kuat dan disiplin. Karena itu dia minta setiap bidang memasang kertas kerja yang jelas. “Apa yang dikerjakan, kapan dimulai, dan kapan selesai?,” tegasnya.

Mengakhiri apel, Mahayastra menyerahkan penghargaan kepada 7 atlet asal Gianyar peraih medali emas dalam ajang SEA Games Thailand. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses