Pemkab Tabanan Raih Tiga Besar MCP di Bali

  • Whatsapp
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. Foto: ist
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. Foto: ist

TABANAN – Kerja keras dari seluruh perangkat daerah Pemkab Tabanan kembali membuahkan hasil. Pemkab Tabanan berhasil meraih peringkat tiga besar di Provinsi Bali dalam Monitoring Control for Prevention (MCP), yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tahun 2020.

Pemkab Tabanan menempati peringkat III di Provinsi Bali, dengan meraih angka 90,82 persen capaian dari tujuh area intervensi atau pemetaan titik rawan yang dilakukan KPK. Tabanan berada dua peringkat di bawah Provinsi Bali dengan meraih angka 98,57 persen, dan Pemkot Denpasar dengan meraih angka 91,30 persen.

Bacaan Lainnya

Menurut Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, capaian ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh perangkat daerah dan unsur terkait. Juga pendampingan yang dilakukan oleh KPK. “Capaian ini merupakan peningkatan yang sangat bagus, dan patut disyukuri, serta harus terus dipacu untuk ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Pemkab Tabanan, lanjut dia, mendukung pelaksanaan pencegahan korupsi, dalam upaya membangun tata kelola pemerintah daerah yang bersih dan bebas korupsi. Dia juga menyatakan berkomitmen dan menekankan ke seluruh perangkat daerah agar terus berbenah, bekerja keras, disiplin, dan jujur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

MCP merupakan suatu laman dari KPK, yang berisikan beberapa area intervensi beserta indikator-indikator yang dapt digunakan untuk mengukur kegiatan pencegahan korupsi di kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah. Area intervensi MCP meliputi perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, PTSP, APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah dan dana desa.

Baca juga :  AKBP Mariochristy: Hiduplah Sesuai Kemampuan

Sementara itu, dari Pemprov Bali juga berharap kepada walikota dan bupati se-Bali yang sudah mencapai angka 90 persen dalam MCP atau lebih agar dipertahankan pada tahun-tahun ini dan ke depan. Bagi kabupaten yang masih di bawah 90 persen, agar bekerja keras untuk mencapai angka minimum 90 persen pada 2021, atau paling lambat pada 2022.

Untuk capaian MCP tahun 2021, masih bisa dipacu sampai akhir Desember. Juga ditegaskan bahwa pada awal tahun 2022, kabupaten/kota se-Bali sudah harus kerja keras agar semua bisa masuk peringkat 10 besar. Juga mengimbau agar seluruh perangkat bekerja keras, tertib, dan disiplin.Tapi yang utama adalah komitmen kepala daerah. Asal ada niat dan kemauan yang baik, pasti bisa diwujudkan tata kelola pemerintahan yang baik pula. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.