Buka Lokasabha III PSN Korwil Bali, Koster Ajak Pinandita Lestarikan Ajaran Leluhur

  • Whatsapp
GUBERNUR Koster saat membuka Lokasabha III PSN Korwil Bali di Wiswa Sabha Utama, Minggu (12/12/2021). Foto: ist
GUBERNUR Koster saat membuka Lokasabha III PSN Korwil Bali di Wiswa Sabha Utama, Minggu (12/12/2021). Foto: ist

DENPASAR – Ditandai dengan pemukulan gong, Gubernur Bali, Wayan Koster, membuka Lokasabha III Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur, Minggu (12/12/2021). Gubernur Koster mengatakan, tugas mulia seorang pinandita yakni menjadi perantara saat umat Hindu melaksanakan ritual keagamaan.

Dia menuturkan, sejak masih muda dia banyak bergaul dengan para pinandita, sulinggih, dan rohaniawan dari semua agama. Karena para pemuka agama ini adalah orang-orang terpilih yang relatif punya pikiran yang bersih. “Kalau tidak bersih, tentu tidak bisa menjadi perantara untuk mempersembahkan sebuah upakara. Saya kalau keliling sembahyang ke pura-pura, selalu disertai oleh pinandita atau pemangku,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Mengingat pentingnya peran yang dimiliki seorang pinandita, Gubernur Koster menyambut baik keberadaan organisasi yang mewadahi para pinandita ini. Lebih dari itu, ia berencana memberi perhatian khusus terhadap pinandita dan sulinggih dalam bentuk BPJS Ketenagakerjaan. “Ini sedang kita urus, semoga dalam waktu tak lama lagi bisa terealisasi. Kita akan lakukan pendataan dulu,” ungkapnya sembari menambahkan bahwa pinandita adalah sosok yang patut dimuliakan dan dihormati.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung besarnya tantangan yang dihadapi dalam menjaga cara-cara beragama yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur (Hindu dresta Bali). Menurutnya, keberadaan Hindu dresta Bali saat ini tidak dalam poisisi aman. Keberadaannya sedang menghadapi tantangan dari internal maupun eksternal.

Baca juga :  Satgas Enforce Gencar Sidak Prokes, Minta Pengunjung Pasar Disiplin Terapkan 3 M

Oleh sebab itu, ia meminta para pinandita tetap konsisten menjalankan ajaran-ajaran yang diwariskan secara turun-temurun. “Jangan ikut-ikutan yang lain, jalankan yang sudah kita punya dan itu sudah terbukti baik. Tak usah lari ke sana-kemari lagi,” ajaknya.  

Menurut Koster, apa yang diwariskan secara turun-temurun itulah yang selama ini menjaga taksu Bali hingga menjadi keunggulan dan keunikan yang menarik orang untuk datang ke Pulau Dewata. “Kita tak punya hasil tambang seperti emas, batubara, gas alam, dan sejenisnya. Yang kita punya hanya keunikan dan keunggulan yang berakar dari tradisi dan budaya. Ini yang harus kita jaga,” urainya.

Koster juga menuturkan bagaimana kekuatan taksu Bali menuntun langkahnya sejak awal. Diceritakan olehnya, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali mulai disusunnya pada tahun 2016. Dengan membaca begitu banyak referensi, ia ingin visi ini bisa memberi gambaran tentang Bali secara holistik.Pada saat penyusunan, ia merasakan begitu banyak keajaiban, dimana beberapa orang yang tiba-tiba datang membawa buku yang dibutuhkan. Menurutnya itu bukanlah sebuah kebetulan, tapi merupakan restu dari alam Bali karena ia menyusun visi tersebut dengan niat yang tulus.

Gubernur juga mengingatkan, penataan Bali dilakukan oleh orang-orang suci sehingga tatanan yang diwariskan begitu lengkap dan menjadikannya begitu sakral. Iamengajak generasi penerus memahami secara utuh tentang kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun sehingga tak ada niat untuk berpaling.

Baca juga :  Angkat Ekonomi Lewat Pariwisata, BKSAP DPR Cari Masukan di Bali

Ketua PSN Pusat, I Gede Pastika, mengingatkan anggotanya agar tidak terpapar aliran atau ajaran yang belum tentu lebih baik. Ia mengajak para pinandita melestarikan dresta, budaya leluhur, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, seorang pinandita punya posisi yang sangat strategis karena langsung berinteraksi dengan umat di lapangan. “Kalau pinandita terpapar, umat akan bingung,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokasabha III PSN Korwil Bali, I Wayan Dodi Arianta, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memilih kepengurusan baru dan penyusunan program strategis sebagai penjabaran visi dan misi PSN lima tahun ke depan. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.