Pembangunan Pabrik Limbah B3 Terus Dapat Penolakan Warga

  • Whatsapp
WARGA Pengambengan, Negara, Jembrana saat memasang spanduk penolakan pembangunan pabrik limbah B3 di desanya, Minggu (4/4/2021). foto: man

JEMBRANA – Adanya rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah medis di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, oleh pihak investor mendapat penolakan dari puluhan warga setempat yang mengatasnamakan pemuda dan tokoh masyarakat Pengambengan.

Sebagai bentuk penolakannya, puluhan warga menggelar aksi dengan membentangkan spaduk penolakan pembangunan pabrik limbah bahan berbahaya beracun (B3) di wilayahnya pada Minggu (4/4/2021).

Bacaan Lainnya

Aksi memasang spanduk tersebut diawali dengan melaksanakan gerakan peduli lingkungan dengan memungut sampah di sepanjang Jalan Munduk, Pengambengan. Selanjutnya warga memasang spanduk penolakan pembangunan pabrik limbah B3 tersebut.

Spanduk dipasang di beberapa poros jalan menuju lokasi rencana pembangunan pabrik yang dibangun PT Klin. Pelaksanaan aksi tersebut mendapat pengamanan jajaran kepolisian dari Polsek Negara.

Ketua Pemuda Pengambengan, Agus Budiono, disela-sela aksi, Minggu (4/4/2021), mengatakan, pihaknya tetap akan menolak adanya pembangunan pabrik limbah B3 tersebut. Pihaknya berharap pabrik limbah B3 tidak dibangun di Pengambengan.

“Kami harapkan kepada bupati baru mendengarkan aspirasi kami sebagai warga. Tolong bela kami masyarakat. Lindungi kami dari dampak pembangunan pabrik limbah,” harapnya.

Budiono menyampaikan, selain bupati, pihaknya juga berharap agar aparat keamanan ikut serta mengawasi rencana pembangunan pabrik B3 ini. Jangan sampai ada pembangunan selama warga melaksanakan ibadah puasa. Dikhawatirkan jika pembangunan pabrik dipaksakan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga :  Ini Tantangan "Konser Online" bagi Dewa Budjana dan Indra Lesmana

“Sudah ada poros-poros kecil masyarakat yang terbentuk. Seperti gerakan hari ini, kami baru semalam tahu. Sehingga kami arahkan ke kegiatan pembersihan lingkungan dan pemasangan spanduk sebagai bentuk aspirasi saja,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Agus, warga lainnya. Warga Pengambengan sangat mengkhawatirkan dampak dari pembangunan pabrik limbah B3 baik terhadap kesehatan maupun ekonomi.

Karena di Pengambengan adalah industri pangan dan penghasil ikan, jangan sampai nanti industri perikanan di Pengambengan nanti mati. “Kalau dibangun pabrik ikan, kami tidak masalah. Kalau pabrik limbah, tolong dikaji lagi dan kami menolak,” tegasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, penolakan ini dilakukan lantaran dengan adanya pabrik limbah B3 ini dipastikan akan berdampak negatif. Karena limbah B3 sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Untuk itu, kami berharap agar pembangunan pabrik limbah B3 ini dikaji ulang terkait dengan pembangunannya ini,” harap Agus. Sebetulnya aksi protes warga terkait dengan pembangunan pabrik limbah B3 ini dilakukan warga Pengambengan sudah berulang kali.

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengatakan, izin PT Klin sudah lengkap dan itu perizinan dari pemerintah pusat. Terkait dipilihnya Desa Pengambengan menjadi tempat wilayah pabrik industri itu setelah adanya perda dari Provinsi Bali.

Sementara itu, Gede Agung Jonapartha dari PT Klin mengatakan, sejatinya pihaknya saat ini mempersiapkan konstruksi. Namun karena ada gugatan dari pihak yang berseberangan, pihaknya akan menunggu.

Baca juga :  Pasien Corona Meninggal di Denpasar Sentuh 71 Jiwa

“Tapi ya harus ada batas waktu karena IMB kami juga ada batas waktunya. Untuk jenis kegiatan kami juga nanti harus proses izin operasional lagi ke pusat. Jadi, jika bangunan sudah berdiri dan peralatan sudah terpasang kemudian ada uji coba alat,” jelasnya.

Jonapartha juga menjelaskan, proses sampai izin keluar sudah melalui sosialisasi dengan hasil disetujui oleh warga penyanding, yang disaksikan oleh Perbekel Desa Pengambengan, Samsul Anam, serta Camat Negara. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.