“Jalan di Tempat”, Penyidikan Kasus OTT Melinggih Dipertanyakan

  • Whatsapp
BENDESA Dalem Sunia, Banjar Geriya, Melinggih, Dewa Rai. foto: adi

GIANYAR – Hampir dua bulan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Perbekel Desa Melinggih, I Nyoman Surata; dan Kelian Dinas Banjar Geriya, Desa Melinggih, Payangan, I Nyoman Pania, kasusnya belum juga dilimpahkan ke kejaksaan. Kelanjutan proses hukum terhadap dua tersangka yang terkesan “jalan di tempat” itu dipertanyakan warga.

Salah satunya Bendesa Dalem Sunia, Banjar Geriya, Melinggih, Dewa Rai, yang Minggu (4/4/2021) mempertanyakan kelanjutan proses hukum tersebut. “Selaku warga kami ingin tahu sejauh mana sudah proses hukum kasus OTT itu? Sudah hampir dua bulan, kasus ini belum juga dilimpahkan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dia mempertanyakan itu, dengan alasan polisi sudah memanggil beberapa saksi untuk diminta keterangan. Namun, kasus itu seakan masih belum ada kemajuan berarti. “Saya berharap polisi secepatnya menyelesaikan kasus ini. Jangan sampai masyarakat punya anggapan lain, yang bisa membuat kepercayaan terhadap penegakan hukum berkurang,” ucapnya.

Selain memeriksa sejumlah saksi, Rai juga menyebut kepolisian sudah menggeledah kantor Desa Melinggih pada Selasa (23/3/2021). Setelah itu, pada 30 Maret juga mendatangi kantor Desa Melinggih. “Kurang apa lagi, apakah kurang cukup bukti? Atau karena ada tekanan dari pihak tertentu? Jangan sampai karena ada tekanan, kasus tarik-ulur dan polisi tidak berani melimpahkan,” tegasnya.

Baca juga :  IDI: Postingan Jerinx Lemahkan Semangat Nakes, ’Hina’ Wartawan dengan Acungkan Jari Tengah

Staf kantor Desa Melinggih yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan ada penggeledahan di kantornya. Selasa (23/3/2021) lalu, polisi membawa sejumlah berkas, termasuk buku register dan juga salinan SK Perbekel dan Kelian Dinas.

Sepekan kemudian, Selasa (30/3/2021), polisi kembali datang minta SK Perbekel dan Kelian Dinas yang asli. “Tapi tidak ada karena dijadikan agunan bank,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Losa Lusiano Araujo, yang dimintai konfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut, tidak ada respons. Pesan WA hanya dibaca, tapi tidak ada tanggapan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.