Pelayanan Tanpa Tatap Muka, Polres Bangli Luncurkan Program “Sijoli”

  • Whatsapp
KAPOLRES Bangli, AKBP I Gusti Dhana Aryawan. Foto: ist
KAPOLRES Bangli, AKBP I Gusti Dhana Aryawan. Foto: ist

BANGLI – Mencegah risiko penularan Covid-19 dalam pelayanan masyarakat, Satreskrim Polres Bangli menyediakan layanan tanpa tatap muka melalui program Sidik Jari Online (Sijoli). Baru dua hari diluncurkan, program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Polres juga akan lebih menggencarkan program ini melalui sosialisasi.

Kasatreskrim Polres Bangli melalui Baur Identifikasi Satreskrim Polres Bangli, Aiptu Nyoman Mudiasa, Rabu (21/4/2021) mengatakan, Sijoli merupakan inovasi kesatuannya untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Dengan program ini, pemohon tidak harus datang ke Polres Bangli, cukup dilakukan dari rumah. Hal ini dinilai bisa mendukung program pemerintah untuk mencegah adanya kerumunan guna mencegah Covid 19.

Bacaan Lainnya

“Kalau dulu masyarakat harus datang ke Polres untuk mengisi datanya. Namun, sekarang bisa dilakukan dari rumah saja,” jelasnya.

Agar dapat mengakses program ini, terangnya, dapat dilakukan dengan cara membuka tautan Sijoli dan lewat Facebook Reskrim Bangli. Setelah membuka tautan, selanjutnya pemohon mengisi data dan dikirim setelah selesai. Pemohon kapan saja bisa datang untuk rekam sidik jari, karena data pemohon sudah dicetak dalam kartu AK 23, sehingga lebih cepat dan lebih mudah.

Lebih lanjut disampaikan, setelah proses rekam 10 sidik jari, petugas akan merumuskan dan meregistrasi. Pemohon akan mendapat kartu AK 23 lengkap dengan rumus sidik jari. “Kami akan terus gencarkan sosialisasi program ini. Dua hari diluncurkan, sejumlah pemohon sudah mulai masuk,” ucapnya.

Baca juga :  18 PMI Dipulangkan dari Karantina Mandiri, Sumbang Sembako ke Staf Hotel Jimbarwana

Di kesempatan terpisah, Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Dhana Aryawan, membenarkan inovasi itu untuk mencegah adanya kerumunan saat pendemi Covid-19 seperti sekarang ini. “Hal ini  tentu mendukung program kesehatan pemerintah untuk mencegah adanya kerumunan,” katanya singkat. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.