POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar memastikan hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP 2026 berjalan lancar.
“Hari pertama TKA berjalan dengan lancar. Secara umum kesiapan pelaksanaan TKA di sekolah telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Penataan teknis mulai dari ruang ujian hingga mekanisme pelaksanaan telah dipersiapkan dengan baik,” ujar Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, saat memberi keterangan kepada media usia memonitoring pelaksanaan TKA di SMPN 3 Denpasar, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan bahwa TKA bukan merupakan penentu kelulusan murid. Penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan. Menurutnya, TKA berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa, khususnya literasi dan numerasi, serta dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar.
TKA SMP dilaksanakan secara nasional pada 6-16 April 2026 untuk mengukur capaian akademik siswa berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 9 Tahun 2025. Ia mengimbau para siswa untuk mengikuti tes dengan jujur dan penuh semangat, serta tidak menjadikan TKA sebagai beban.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Denpasar, Ni Nengah Sujani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta pendampingan dari tim monitoring. Di SMPN 3 Denpasar pelaksanaan TKA diikuti 407 siswa terbagi dalam tiga gelombang.
“Astungkara pada sesi pertama berjalan lancar. Tidak ada kendala, jaringan berjalan baik. Mudah-mudahan sampai hari terakhir tetap lancar,” ungkap Sujani.
Hal senada juga disampaikan Kepala SMPN 2 Denpasar, I Gusti Agung Ayu Made Seni Wati dan Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, I Made Radita Berata. Pelaksanaan TKA hari pertama di dua sekolah ini berjalan lancar.
Di SMPN 2 Denpasar, TKA diikuti 439 siswa. Sementara di SMP PGRI 5 Denpasar diikuti 162 siswa kelas 9.
Seni Wati menegaskan bahwa pelaksanaan TKA merupakan bagian dari proses evaluasi akademik yang bertujuan untuk memetakan kemampuan dasar siswa serta menjadi bahan refleksi bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif.
“Kami bersyukur pelaksanaan TKA di SMPN 2 Denpasar berjalan tertib, sesuai jadwal, dan tanpa kendala teknis yang berarti. Kegiatan ini bukan sekadar ujian, tetapi juga sarana untuk melihat sejauh mana kompetensi akademik siswa dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujar Seni Wati.
Radita Berata menambahkan aspek pengawasan dilakukan secara ketat untuk menjaga integritas pelaksanaan TKA. Sistem pengawasan silang diterapkan dengan melibatkan guru dari sekolah lain, serta pengaturan ketat terhadap barang bawaan peserta ujian. tra

























