DENPASAR – Perkembangan harian kasus covid-19 di Bali, Kamis (23/7/2020) kembali mencatat peningkatan pasien sembuh sebanyak 74 orang (71 TL, 3 PPDN), mengungguli kasus positif baru yang berjumlah 62 orang (61 TL, 1 PPDN). Namun kembali ada kabar duka, dua pasien covid-19 transmisi lokal (TL) dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Povinsi Bali, dua tambahan meninggal merupakan warga Kabupaten Badung dan Gianyar. Jadi total kematian akibat covid-19 di Badung menjadi 12 orang, hanya terpaut 2 dari Denpasar yang merupakan kematian tertinggi di Bali sebanyak 14 orang. Sementara Gianyar menjadi 6 kasus kematian akibat covid-19.
”Dengan demikian, total sebanyak 48 orang meninggal (46 WNI, 2 WNA) di Bali karena covid-19,” ujar Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Kamis (23/7/2020). ”Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal, secara komulatif sebanyak 2.611 (terdiri dari 2.599 WNI dan 12 WNA),” imbuh Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu.
Sementara 62 orang tambahan terkonfirmasi positif tersebar di enam kabupaten/kota, dimana Kota Denpasar terbanyak 31 orang, disusul Kabupaten Badung 16 orang, Gianyar 6 orang, Bangli 4 orang, Karangasem 3 orang dan Tabanan 2 orang. Secara kumulatif, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 2.996 orang (22 WNA, 2.974 WNI).
Sedangkan 74 orang tambahan pasien yang sembuh tersebar di seluruh Bali, dimana Denpasar menjadi yang terbanyak 28 orang, disusul Klungkung 12 orang, Badung 10 orang, Karangasem 8 orang, Buleleng 8 orang, Bangli 2 orang, Tabanan 1 orang dan Jembrana 1 orang.
”Jadi total pasien yang sudah sembuh di Bali sebanyak 2.252 orang atau 75,17 persen dengan rincian 16 WNA, 2.236 WNI,” jelas Made Rentin seraya menambahkan, kini sebanyak 696 pasien positif (692 WNI dan 4 WNA) masih menjalani perawatan di 17 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering.
”Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, kami tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga,” ajaknya.
Made Rentin menambahkan, kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19.
”Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan menghindari keramaian,” pungkasnya. yes























