Pasar Rakyat Gianyar Diresmikan, Wujud Marhaenisme, Undian Pedagang Dijanjikan Adil

  • Whatsapp
GUBERNUR Bali, Wayan Koster; dan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, usai resmikan Pasar Rakyat Gianyar. Foto: adi

GIANYAR – Pasar rakyat kebanggaan masyarakat Gianyar yang digadang-gadang sebagai pasar rakyat termegah di Indonesia, akhirnya diresmikan Gubernur Bali, Wayan Koster, Sabtu (18/12/2021). Peresmian Pasar Rakyat Gianyar juga dirangkai dengan peresmian kantor MDA Kabupaten Gianyar, gedung Ayodya RSUD Sanjiwani, serta pengukuhan Sekar Pucuk Bang sebagai maskot Kota Gianyar.

Kabupaten Gianyar terus berbenah sejak dipimpin Bupati Made Mahayastra. Sejumlah pembangunan dan terobosan terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperindah wajah Kota Gianyar.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah pasar rakyat atau pasar umum atau pasar tradisional termegah di Bali, bahkan di Indonesia. Jarang ada kepala daerah berani membangun pasar dengan anggaran 250 miliar, karena secara hitung-hitungan dia tidak akan menghasilkan apa-apa, secara hitung-hitungan dia tidak akan menambah PAD. Namun, di sini ada ribuan rakyat kecil yang mencari penghidupan yang harus kita prioritaskan, itulah yang dinamakan ideologi Marhaenisme,” seru Bupati Mahayastra.

Pasar Umum Gianyar dibangun kali pertama pada tahun 1771 dan direnovasi pada tahun 1994 telah menjadi ikon Kabupaten Gianyar yang sudah dikenal luas, baik di dalam maupun di luar negeri. Karena bangunan pasar tua dan tidak layak, daya saing Pasar Umum Gianyar menjadi lemah.

Baca juga :  Putri Hariyani Motivasi Petani Jahe Gajah di Bangli

Pemkab Gianyar lalu mengambil kebijakan revitalisasi Pasar Umum Gianyar, agar dapat memulihkan citra dari kesan kotor, semrawut, dan bau menjadi Pasar Rakyat yang modern, bersih, tertib, nyaman, dan sejuk, serta lebih berdaya saing. Ini selaras dengan tumbuh berkembangnya pasar modern, apalagi bisa menjadi ikon baru dan destinasi wisata belanja di Kota Gianyar.

Setelah direvitalisasi, Pasar Gianyar mampu menampung 1.643 pedagang di los, 95 unit kios, dan 143 toko. Mahayastra menekankan, dalam pengundian nanti akan berlaku seadil-adilnya kepada seluruh pedagang. “Hari ini diresmikan, awal Januari sudah ada pengundian terkait tempat jualan. Para pedagang jangan khawatir, kita akan berlaku seadil-adilnya saat pengundian nanti,” janjinya.

Gubernur Koster memuji arsitek dan tampilan pembangunan Pasar Rakyat Gianyar sangat baik. Desain gedungnya menggunakan energi bersih ramah lingkungan dengan menggunakan panel surya. “Ini sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 tahun 2020 tentang Penggunaan Energi Bersih dari Hulu sampai Hilir,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Koster mengingatkan para pedagang tidak menggunakan tas plastik sekali pakai. Para pembeli juga diminta membawa tas dari rumah. Koster juga mengapresiasi kinerja Bupati Mahayastra dalam komitmennya menjaga keberadaan desa adat di Bali.

Sebagai Gubernur, dia memprioritaskan pembangunan kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi dan kabupaten/kota. Dari 10 kantor MDA, sembilan milik kabupaten/kota dan 1 Provinsi yang dibangun, semua menggunakan dana CSR. “Satu-satunya yang menolak dibantu adalah Bupati Gianyar,” puji Koster.

Baca juga :  UN SMA Dibatalkan, Disdikpora Bali Keluarkan SE

kebijakan Mahayastra terkait biaya berobat gratis bagi masyarakat Gianyar, juga sangat diapresiasi. Apalagi dengan diresmikannya gedung Ayodya RSUD Sanjiwani, akan menambah kenyamanan masyarakat Gianyar yang menjalani pengobatan.

Terkait pembangunan gedung C Ayodya (gedung rawat inap) RSUD Sanjiwani Gianyar, Mahayastra mengatakan nilai kontrak pembangunannya sebesar Rp148,509 miliar dengan rincian pembangunan dibiayai melalui dana PEN 2020 senilai Rp81,005 miliar dan dana PEN 2021 senilai Rp67,504 miliar.

Gedung rawat inap itu terdiri dari ruangan isolasi, ruangan psikiatri, ruangan kemoterapi, ruang VK bersalin, ruangan PICU dan NICU, ruangan perawatan kelas 1, kelas 2, kelas 3, kelas VIP dan kelas VVIP.

Ada juga ruangan tetanus, ruangan burn (luka bakar) unit serta stroke centre (pusat penanganan stroke). Khusus kantor MDA Kabupaten Gianyar, dibangun dengan nilai kontrak Rp3,422 miliar dari dana APBD Gianyar.

Mahayastra mengucapkan terima kasih kepada seluruh pedagang di Pasar Gianyar, karena berkorban mau direlokasi sementara saat pembangunan pasar. Demikian juga dengan dokter serta tenaga kesehatan RSUD Sanjiwani, yang terganggu dan jam kerjanya perlu diatur karena pembangunan gedung C Ayodya.

“Namun, memang begitu harus ada pengorbanan untuk pembangunan yang lebih baik. Untuk itu saya mohon maaf dan terima kasih atas pengorbanannya,” ucapnya merendah.

Usai meresmikan Pasar Rakyat Gianyar, Koster bersama Mahayastra dan para undangan berkeliling melihat Pasar Rakyat Gianyar, kantor MDA Kabupaten Gianyar serta gedung Rawat Inap RSUD Sanjiwani. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.