Koster: Kesehatan Masyarakat Lebih Penting, Demo Bukan Solusi

  • Whatsapp
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. Foto: ist
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. Foto: ist

DENPASAR – Dalam upaya pembatasan kegiatan masyarakat saat Natal dan malam pergantian tahun 2021 ke tahun 2022 (Nataru), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberlakukan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) No. 20 Tahun 2021. Edaran itu mengatur pencegahan dan penanggulangan coronavirus disease 2019 pada saat Natal tahun 2021 dan tahun baru 2022 di Provinsi Bali. 

Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan, penyebaran Covid-19 harus dikendalikan dengan segala upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Regulasi yang dikeluarkan, kata Koster, dipandang perlu dalam upaya melakukan pembatasan aktivitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru. ‘’Aturan ini mulai berlaku pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 yang memberlakukan sejumlah ketentuan tentang pencegahan penularan Covid-19,’’ kata Koster di Jayasabha, Sabtu (18/12/2021).

Bacaan Lainnya

Koster menekankan, fungsi Satgas Penanganan Covid-19 dioptimalkan di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa dan desa adat mulai tanggal 20 Desember 2021. Selain itu, penerapan protokol kesehatan dilakukan lebih ketat dengan pendekatan 6M yakni, memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan. 

‘’Terus melaksanakan 3T serta mempertimbangkan faktor ventilasi udara, durasi, dan jarak interaksi untuk mengurangi risiko penularan dalam beraktivitas,’’ kata Gubernur Koster. 

Baca juga :  Diskes Klungkung Butuh Dokter Spesialis Kandungan di Nusa Penida

Imunitas kelompok yang saat ini menyasar usia anak 6-11 tahun dipercepat hingga akhir Desember 2021. Meski vaksinasi anak 12 tahun ke bawah ini baru diluncurkan pada 15 Desember 2021, namun Koster menyebut sejumlah kabupaten capaiannya di atas 40 persen. 

‘’42 persen di Gianyar, tapi di kabupaten lain masih ada pencapaian sangat rendah. Masih ada yang dibawah 10 persen, tapi ini baru saja dimulai dan saya minta akhir Desember 2021 sudah selesai,’’ jelas Koster. 

Terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun tahap II, lanjut dia, akan dilaksanakan 4 minggu setelah vaksin pertama diberikan. Dengan tingginya capaian vaksinasi di Bali, Koster mengatakan, kekebalan masyarakat sudah terbentuk. Dengan demikian, resiko penularan Covid-19 sudah dapat dikendalikan. ‘’Itulah sebabnya kita semua harus jaga dengan konsisten sampai tahun baru,’’ ujarnya.

Sementara itu, sejak pemerintah secara resmi membuka border internasional untuk wisatawan asing berkunjung ke Bali, aktivitas orang asing di Bali tetap stagnan sampai sekarang. Bali dinyatakan siap menerima wisman, namun tak tampak satupun aktivitas turis mancanegara yang berlibur di Bali. 

Kondisi itu membuat pelaku pariwisata serasa putus asa. Bahkan, Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) berencana akan melakukan aksi atas petisi yang dilayangkan ke pemerintah sejak November 2021 lalu, tapi sampai saat ini belum mendapatkan respons. 

‘’Tidak ada alasan demo dan lain-lain, karena itu bukan solusi. Saya kira sekarang lebih bagus fokus ke wisatawan domestik, kalau wisdom sudah hidup saya kira sudah menolong,’’ kata Koster.

Baca juga :  PSSI Minta Shin Tae-yong ke Indonesia 29 Juni

Koster menjelaskan, pihaknya merespons aspirasi para pelaku pariwisata. Namun, dinamika Covid-19 di luar negeri menurutnya berubah sedemikian cepat, hingga muncul ancaman baru varian Omicron. 

Sejumlah negara, kata Koster, bahkan kembali menerapkan lockdown untuk membendung penyebaran Omicron. Beberapa negara juga melakukan pembatasan perjalanan lintas negara. 

‘’Permasalahannya itu bukan di Indonesia, tapi kebijakan itu ada di negara yang mengalami lonjakan kasus. Kita berharap ke depan, munculnya Omicron tidak berdampak luas,’’ jelas Koster. 

Koster menambahkan, Bali tidak membuat kebijakan sendiri tapi resiprokal, atau kebijakan membuka border lintas negara juga diikuti oleh kebijakan yang sama di negara lain. ‘’Kita buka tapi negara lain tutup, jadi tidak bisa masuk ke Bali. Semua orang prihatin terhadap pariwisata, saya termasuk orang yang prihatin. Tapi, kesehatan masyarakat jauh lebih penting kita jaga,’’ ujar Koster. 

Saat ini, grafik penyebaran Covid-19 di Bali sudah melandai dan tidak terjadi lonjakan mengkhawatirkan. Angka penambahan harian positif Covid-19 pada Sabtu (18/12/2021) tercatat 4 orang, sembuh 11 orang dan meninggal nihil. Pencapaian vaksinasi tahap pertama sebesar 102 persen dan tahap kedua 90,4 persen. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.