Partisipasi Pengawasan Desa Adat Lewat Gema Siwa Puja

  • Whatsapp
PENANDATANGANAN MoU antara Bawaslu Kabupaten Tabanan dan Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, DI Kantor Bawaslu Tabanan, Senin (27/12/2021). Foto: ist
PENANDATANGANAN MoU antara Bawaslu Kabupaten Tabanan dan Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, DI Kantor Bawaslu Tabanan, Senin (27/12/2021). Foto: ist

TABANAN  – Gerakan Masyarakat Adat Terkoordinasi Awasi Pemilu dan Jaga Pilkada (Gema Siwa Puja) adalah bentuk kerja sama dengan desa adat, yang bertujuan menguatkan lembaga pengawasan pemilu. Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, dalam acara penandatanganan nota kesepakatan antara Bawaslu Tabanan dan Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, Senin (27/12/2021).

Dia mengatakan, Bawaslu berupaya melibatkan masyarakat adat untuk ikut mengawasi Pemilu 2024 dan Pilkada 2024. “Demokrasi dan adat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Artinya, sebagaimana adat yang ada di Bali, bisa menguatkan pengawasan Pemilu di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dia yakin Bali bisa jadi  pencetus di Indonesia terkait adat dan budaya, apalagi ada kerja sama dengan majelis desa adat. “Kami harap kerjasama ini bisa berlanjut secara berkesinambungan,” pesannya.

Acara tersebut dihadiri Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, I Wayan Tontra; Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada; anggota I Ketut Narta; serta Koordinator Sekretariat Bawaslu Tabanan, I Ketut Winasa beserta staf.

Dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepakatan dan Piagam Deklarasi “Gema Siwa Puja” oleh Ketua Bawaslu Tabanan dan Ketua Majelis Madya Desa Adat Kabupaten Tabanan. Tujuan perjanjian kerja sama ini untuk meningkatkan dan membina hubungan kelembagaan antara para pihak, juga penjaga keutuhan, kelestarian, dan kehormatan desa adat, stabilitas, serta mendukung kesuksesan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada yang berkualitas, bermartabat, dan berintegritas. Pun mendorong masyarakat adat di Tabanan untuk melakukan pengawasan partisipatif, dalam proses pelaksanaan pemilu dan pemilihan.

Baca juga :  Membuka Akses Informasi Kepada Penyandang Tuli Melalui Layanan Bahasa Isyarat

“Selain itu, meningkatkan peran serta masyarakat adat untuk terlibat dalam pengawasan tahapan Pemilu dan Pemilihan. Juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat adat dalam menjaga martabat desa adat se-Kabupaten Tabanan,” tegas Ariyani.

I Wayan Tontra mengapresiasi Gema Siwa Puja yang melibatkan majelis desa adat. Dia menyatakan siap mendukung program Bawaslu untuk turut serta mengawasi jalannya proses demokrasi. “Kami dari Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan siap untuk ngayah, dan ikut melakukan pengawasan dalam pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan. Kami akan berupaya menyosialisasikan gerakan Gema Siwa Puja ini kepada jajaran di bawah,” janji Tontra.

Rumada juga yang berharap melalui kerjasama Gema Siwa Puja antara Bawaslu Tabanan dan Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, bisa diteruskan kepada seluruh masyarakat desa adat. Semua bermuara kepada tujuan mendukung program Bawaslu dalam menciptakan Pemilu dan Pilkada yang luber dan jurdil.

“Kami berharap bisa memberi informasi kepada masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi jalannya Pemilu. Juga kesadaran masyarakat bisa tinggi dalam ikut serta mengawasi jalannya demokrasi di Tabanan,” tutup Rumada. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.