Genjot Uji Petik Data Pemilih, Bawaslu Bangli Temukan Pemilih Hidup Terdata Meninggal

  • Whatsapp
BAWASLU Bangli saat uji petik data pemilih berkelanjutan dari KPU Bangli, Senin (27/12/2021). Bawaslu menemukan ada satu pemilih yang terdata meninggal, ternyata masih hidup. Foto: ist
BAWASLU Bangli saat uji petik data pemilih berkelanjutan dari KPU Bangli, Senin (27/12/2021). Bawaslu menemukan ada satu pemilih yang terdata meninggal, ternyata masih hidup. Foto: ist

BANGLI  – Menjelang tutup tahun 2021, Bawaslu Bangli kembali mengawasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dengan melakukan uji petik di empat kecamatan, Senin (27/12/2021).

Uji petik dilakukan dengan koordinasi kepala wilayah, hingga mendatangi langsung keluarga pemilih. ‘’Uji petik kali ini kami fokuskan terhadap beberapa sampling data pemilih yang berstatus meninggal dunia,’’ kata anggota Bawaslu Bangli, I Nengah Muliarta.

Bacaan Lainnya

Muliarta menuturkan, kegiatan uji petik ini wujud pelaksanaan kewajiban Bawaslu dalam melaksanakan amanah Pasal 104 huruf e  UU Nomor 7 Tahun 2017, yang menyatakan Bawaslu kabupaten/kota wajib mengawasi pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih secara berkelanjutan yang dilakukan KPU kabupaten/kota. Dalam pengawasan itu dengan memperhatikan data kependudukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

‘’Secara teknis, setiap bulan seluruh personel Bawaslu Bangli turun ke seluruh kelurahan/desa di lingkungan Kabupaten Bangli,’’ jelas Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubal itu.

Lebih jauh diutarakan, sampling data yang digunakan adalah data pemilih berkelanjutan (DPB) yang diberikan KPU Bangli. Selanjutnya data itu diverifikasi secara faktual apakah sesuai dengan kondisi data pemilih di lapangan.

Dilanjutkan Muliarta, pada uji petik kali ini ternyata ada data pemilih yang dicatat meninggal, tapi setelah diferivikasi ternyata pemilih bersangkutan masih hidup. Dengan temuan ini, dia menegaskan sangat penting bagi Bawaslu untuk terus mengawal proses pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan.

Baca juga :  Ari Dwipayana: Perguruan Tinggi Jangan Terjebak Birokratisasi Kampus

‘’Ini hanya satu contoh yang kami temui di lapangan. Untuk ke depan kami harus lebih meningkatkan lagi pengawasan pemutakhiran data pemilih ini, agar hak masyarakat untuk memilih dapat terjaga dengan baik,’’ pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.