Partai Berkarya di Lobar Berlomba Ajukan PAW Legislator

  • Whatsapp
KETUA DPW Partai Berkarya NTB, Agus Kamarwan saat menurunkan foto anggota DPRD Lobar dari Partai Berkarya yang berada di kubu Samsyu Djalal. Foto: ist

LOBAR – Gejolak di tubuh Partai Berkarya sepertinya jauh dari kata selesai. Informasi yang diperoleh, tiga kubu mulai dari kubu Muchdi PR, kubu Hutomo Mandala Putra (HMP) atau Tomi Suharto, serta dari kubu Syamsu Djalal mengajukan nama-nama yang akan dilakukan Pergantian Antar-Waktu (PAW) di DPRD Kabupaten Lobar.

Suherman, Ketua DPD Partai Berkarya Lobar dari kubu Muchdi PR, ditemui di kantor DPRD Lobar, mengakui pihaknya mengajukan dua nama untuk segera dilakukan PAW yakni Tanthowi Ansori dan Bambang Kholid. “Kini sudah masuk di meja Ketua DPRD Lobar,” katanya dalam jumpa pers, Selasa (21/12/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Suherman, dia menjalankan apa yang diamanatkan DPW Partai Berkarya NTB. Terkait alasan melakukan PAW itu, dia berkata keduanya dianggap keluar dari partai pimpinan Muchdi PR tersebut. “Mereka tidak ikut bimtek di Bali, mereka tidak mau membayar iuran partai, dan mereka masuk kubu Syamsu Djalal. Berarti mereka keluar dari kubu Pak Muchdi PR,” tegasnya.

Pernyataan Suherman dibenarkan Agus Kamarwan, Ketua DPW Partai Berkarya NTB versi Muchdi PR, yang ada di sebelahnya. Dia menjelaskan, kewajiban lembaga partai politik yang disahkan negara melalui Kemenkumham untuk mengambil sikap terhadap beberapa anggota partai yang keluar dari AD/ART.

Baca juga :  Tindak Tegas Pengepul Sampah di Sunset Road, Resahkan Warga Legian dan Seminyak

“Dalam hal ini, Bambang dan Tanthowi keduanya bukan lagi anggota Partai Berkarya. Boleh saja mereka mengakui sebagai anggota atau pengurus partai, itu sah-sah saja. Tetapi negara kita ini negara hukum, dan harus memiliki pengesahan legalitas dari negara,” serunya.

Apa yang dilakukan Bambang dan Tanthowi, sambungnya, tergolong sikap pelanggaran berat terhadap AD/ART partai yang disahkan negara. Karena itu, dia menilai sangat pantas dan wajar berdasarkan hukum dan peraturan perundangan-undangan jika Partai Berkarya yang sah mengganti posisi mereka sebagai anggota DPRD.

DPW Partai Berkarya NTB, urainya, melakukan pleno serta mengambil langkah-langkah mengajukan pengusulan. “Karena SK PAW anggota DPRD kabupaten berada di DPW, dan DPP telah memberikan persetujuan, itu sudah selesai. Berkas itu sudah berada di meja Ketua DPRD Lobar,” paparnya.

Menimbang ada tiga versi Partai Berkarya, dia mengajak tidak usah bingung. Alasannya, mana yang mengantongi pengesahan dari Kemenkumham, dari Kesbangpol NTB, serta Kesbangpol kabupaten, maka itu yang sah.

Dia mengomentari munculnya kubu Syamsu Djalal, yang bagi dia sesungguhnya itu tidak ada. Kubu yang ada adalah versi Ketua Umum Muchdi PR melawan kubu HMP atau Tommy Soeharto. “Jadi ada dua, yang sah adalah Muchdi PR, dan HMP saat ini sedang mengajukan gugatan. Jadi tidak ada versi Syamsu Djalal, itu versi abal-abal,” sergahnya.

Agus Kamarwan sempat menyinggung surat pengajuan PAW yang hampir satu bulan “nangkring”di pimpinan DPRD. Secara aturan, kata dia, DPRD Lobar hanya punya waktu tujuh hari sejak menerima surat pengajuan itu untuk dilanjutkan ke KPU.

Baca juga :  Tersangka, Danny Karter Bersiap Nakhodai Gerindra KLU

Kemudian KPU hanya mempunyai waktu lima hari untuk ditelaah. “Jika ada tiga pengajuan, silakan lanjutkan tiga-tiganya. KPU itu tahu apa yang dilakukan. Kalau bingung, konsultasi ke KPU Provinsi maupun KPU pusat,” pungkasnya.

Yang menarik usai jumpa pers yang digelar kemarin, Agus Kamarwan tiba-tiba menggeser meja dan naik ke atas meja untuk menurunkan foto Tanthowi Ansori di antara jejeran anggota DPRD Lobar di ruang Fraksi Partai Berkarya. “Sudah bukan anggota Partai Berkarya, kenapa masih dibiarkan?” sungutnya kemudian.

Ketua DPRD Lobar, Nurhidayah, yang dimintai tanggapan atas permintaan PAW dari masing-masing kubu Partai Berkarya itu,, mengaku belum bisa memberi komentar. “Belum bisa komen,njelimet, saya harus konsultasikan dulu dengan tim ahli hukum,” ucapnya singkat. ade

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.