POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Mengawal hak pilih warga negara dalam Pemilu 2024, Panwascam Blahbatuh melakukan patroli hak pilih ke desa-desa. Kali ini yang disasar adalah para perajin bambu di Desa Belega, Blahbatuh, Gianyar. Selain perajin bambu, patroli kawal hak pilih juga dilakukan terhadap keluarga para perajin bambu yang memiliki anggota keluarga difabel.
Kawal hak pilih dilakukan kepada perajin bambu di Banjar Belega Kangin. Para perajin Bambu Mertha Yasa terdiri dari tujuh orang, ada warga Belega dan ada yang dari Lombok Utara.
Menurut pemilik perusahaan, Made Sujana Yasa, ada dua perajin asal lombok yang bekerja di tempatnya. Hanya seorang yang mempunyai hak pilih. Rencananya dia akan memilih di Bali. “Rencananya saya akan memilih di Bali,” imbuh Ramdi, perajin asal Lombok Utara yang termasuk pemilih pemula.
Menyikapi keinginan itu, Ketua Panwascam Blahbatuh, I Gusti Ngurah Raka Asmara; didampingi PKD Belega, Nyoman Sujana, melakukan pengecekan DPT secara online.
“Setelah kami cek, namanya (Ramdi) terdaftar sebagai pemilih di TPS VI Kelurahan Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Karena dia ingin memilih di Belega, kami sarankan untuk segera mengurus perpindahan memilih,” kata Asmara.
Selain itu, patroli kawal hak pilih juga dilakukan di rumah perajin di Banjar Kebon. Ditemukan seorang difabel yang belum memiliki KTP elektronik, tapi tercatat di KK. Setelah dicek dalam DPT, juga sudah terdaftar sebagai pemilih. Kadek Wahyu Dwi Agastia, kini berumur 18 tahun, merupakan pemilih pemula.
“Atas temuan ini, kami juga memberi edukasi tentang hak pilih pada Kadek Wahyu untuk tetap menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024,” papar Asmara menandaskan. adi
























