“Pandawa Bangkit” Diharap Gairahkan Kunjungan Wisatawan dan Ekonomi Masyarakat

  • Whatsapp
AKSES masuk Pantai Pandawa yang dihiasi penjor. Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pandawa pada libur Natal dan tahun baru 2021 akan disuguhkan pertunjukan seni dan budaya bertajuk “Pandawa Bangkit” mulai 25 Desember 2020 sampai 1 Januari 2021. Foto: gay
AKSES masuk Pantai Pandawa yang dihiasi penjor. Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pandawa pada libur Natal dan tahun baru 2021 akan disuguhkan pertunjukan seni dan budaya bertajuk “Pandawa Bangkit” mulai 25 Desember 2020 sampai 1 Januari 2021. Foto: gay

MANGUPURA –  Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pandawa pada libur Natal dan Tahun Baru 2021 akan disuguhkan pertunjukan seni dan budaya bertajuk “Pandawa Bangkit”. Event yang digelar mulai 25 Desember 2020 sampai 1 Januari 2021 mendatang, sebagai pengganti Pandawa Festival yang tahun ini ditiadakan menyusul terbitnya SE Gubernur Bali No. 2021/2020 mengenai restriksi kegiatan masyarakat dalam rangka libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Ketua Panitia Pandawa Bangkit, Wayan Duarta, menerangkan, perhelatan acara tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19  secara ketat dan dapat dinikmati secara virtual. Ia menjelaskan, ”Pandawa Bangkit” merupakan kegiatan seni dan budaya yang arahnya lebih kepada promosi pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Tepatnya, kata Duarta, sebagai upaya untuk kembali menggeliatkan pariwisata dengan mempromosikan kawasan Pantai Pandawa yang siap dikunjungi di era kenormalan baru, dengan mengimplementasikan protokol kesehatan CHSE.  ‘’Momentum ini yang kita maksmimalkan melalui kegiatan yang sekaligus mendukung pelestarian seni budaya dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian masyarakat kami harapkan bisa kembali bergairah, khususnya menyangkut seni yang sudah lama tidak tampil karena pandemi,’’ ujarnya ditemui Rabu (23/12/2020).

Baca juga :  Gubernur Koster Realisasi Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi

Gelaran “Pandawa Bangkit” ini, sambung Duarta, sangat mematuhi SE Gubernur Bali No.2021/2020. Pihaknya tidak mengadakan event seperti pesta, penyalaan kembang api dan petasan, maupun peniupan terompet. Termasuk tidak mengadakan panggung tempat pementasan khusus yang berpotensi mengundang kerumunan.

‘’Kegiatan ini kita atur dan polakan tanpa bertentangan dengan aturan. Kegiatan ini kita batasi pesertanya dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak ada sentralisasi, tapi sengaja dibuat menyebar agar tidak ada kerumunan,’’ jelas Ketua New Normal Pantai Pandawa ini.

Selain menyaksikan pentas seni dan budaya, agenda “Pandawa Bangkit” juga mengajak wisatawan berpartisipasi dalam kegiatan yang arahnya terkait aktivitas di laut, seperti lomba memancing, lomba kano, kegiatan bersih pantai, parade jukung hias. Selain itu ada pula kegiatan jugling, lomba lukis, yoga, dan senam zumba. ‘’Pada saat pembukaan kita juga akan luncurkan patung Gatot Kaca dan pantai tim bis di sisi timur, sebagai daya tarik baru kawasan,’’ sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir, mendaku, masyarakat Kutuh sangat bersemangat dalam upaya pemulihan sektor pariwisata, karena itulah disiplin penerapan protokol kesehatan sangat ketat dilakukan. ‘’Masyarakat Kutuh sangat optimis dan berharap agar sektor pariwisata bisa kembali bangkit. Saat ini kondisi perekonomian masyarakat kami sangat sulit, tapi kita terus mencoba untuk bangkit dari keterpurukan,’’ ujarnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.