Askab PSSI Badung Didik Calon Pelatih Sepakbola

  • Whatsapp
KETUA Umum KONI Badung, Made Nariana foto bersama dengan para peserta kursus/pelatihan calon pelatih sepakbola se-Badung, usai acara pembukaan, Kamis (24/12/2020). foto: ist

MANGUPURA – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Badung sejak Kamis (24/12/2020) sampai tanggal 30 Desember 2020 mendidik 36 pelatih dari 36 Klub sepakbola yang ada di Badung. Dua klub tidak mengirim calon pelatihnya.

Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana mengatakan, pembukaan pelatihan (kursus) untuk lisensi D (dasar) tersebut diadakan di Hotel Bakung Sari Kuta, dengan instruktur Joko Susilo dari PSSI Pusat.

Bacaan Lainnya

Pembukaan pelatihan atau kursus itu dilakukan Ketua Umum KONI Badung Made Nariana, dihadiri juga Asprov PSSI Bali Ketut Suardana.

Graha Wicaksana mengatakan, ia berkeinginan setiap klub sepakbola di Badung memiliki seorang pelatih dengan lisensi PSSI. Pelatih tesebut dapat ditingkatkan statusnya ke lisensi yang lebih tinggi, melalui kursus-kursus berikutnya.

Sebelum membuka pelatihan itu, Ketum KONI Badung Nariana berharap, ke-36 calon pelatih itu dapat mengembangkan sepakbola yang lebih baik di desa-desa di kawasan keis itu.

Ia menjelaskan olahraga sepakbola merupakan olahraga rakyat yang banyak digemari di Indonesia, termasuk di desa-desa. Oleh karena itu, dalam berbagai kejuaraan apa pun nanti termasuk dalam Pekan Olahraga Provinsi di Badung tahun 2022, sepakbola harus meraih emas, melengkapi peraihan emas dari cabor lain.

Baca juga :  Wow! DPRD Bangli Temukan “Dana Siluman” di APBD Perubahan, Diduga untuk Biayai Kegiatan Baru

“Tanpa emas dari sepakbola, juara itu terasa seperti makanan tanpa garam,” kata Nariana memberikan kiasan. Ia mengatakan, itulah pentingnya sepakbola, sehingga pelatih diharapkan selalu meningkatkan kemampuan dalam mendidik atlet yang tangguh.

Nariana mengutip pemikiran yang disampaikan instruktur, bahwa pelatih itu adalah pemimpin, guru, pembina sehingga dapat memberikan teladan di lapangan kepada atletnya. Seorang pelatih boleh merokok, namun tidak boleh di hadapan pemain atau atlet. Jika itu yang terjadi, merupakan contoh yang tidak baik.

Ketua Umum KONI Badung juga memberikan apresiasi, sebab sepakbola di Badung dapat berkembang sampai ke desa-desa. Hal itu merupakan modal, untuk terus membangun prestasi sepakbola, sehingga selalu menjadi juara ke depan.

Dalam kursus selama 6 hari itu, instruktur dari PSSI Pusat juga akan memberikan pengetahuan lain seperti “sport development” (pengembangan olahraga), soal kesehatan gizi, dan praktek menjadi pelatih di lapangan. ger

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.