Overstay, Imigrasi Singaraja Deportasi WNA Asal Kanada

  • Whatsapp
PETUGAS Imigrasi Singaraja saat melakukan deportasi seorang WNA asal Kanada. Foto: ist
PETUGAS Imigrasi Singaraja saat melakukan deportasi seorang WNA asal Kanada. Foto: ist

BULELENG – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja pada Sabtu (2/10/2021) mendeportasi seorang laki-laki warga negara asing (WNA) asal Kanada berinisial YB, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Tindakan pendeportasi ini dilakukan lantaran YB tinggal di wilayah Indonesia melebihi batas waktu yang diberikan atau overstay.

Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Nanang Mustofa, mengatakan, YB terbukti melanggar Pasal 78 ayat (3) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. “WNA itu melebihi batas waktu yang diberikan selama 100 hari, sampai 3 Juli 2021. Kemudian YB diamankan pada 27 September 2021 di Jembrana,” kata Nanang Mustofa, Minggu (3/10/2021).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, keberadaan WNA itu diketahui berawal adanya informasi masyarakat setempat, yang mencurigai keberadaan WNA tersebut di wilayahnya. Dari laporan itu, petugas Imigrasi Singaraja pun langsung melakukan pengecekan. Alhasil, YB diketahui sudah tidak memiliki izin tinggal yang sah.

Selama ini YB mengantongi Izin Tinggal Kunjungan (ITK) diperoleh secara onshore. Dari pemeriksaan, diketahui bahwa YB sebelumnya sempat memakai Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) Penyatuan Keluarga. “Sebelumnya WNA itu pernah menikah dan telah bercerai, sehingga tidak bisa menggunakan Kitas Penyatuan Keluarga lagi dan beralih menggunakan ITK,” ujar Nanang Mustofa.

Baca juga :  Ratusan WNA Terbang ke Australia dari Bandara Ngurah Rai

Selanjutnya pada tahun 2020 lalu, WNA tersebut menikah lagi dengan seorang warga Bali secara sah sesuai agama, tapi tidak dicatatkan. Dari kedua pernikahan tersebut, YB belum memiliki anak.

YB dinilai lalai memperoleh izin tinggal karena tidak memperpanjang ITK yang telah melewati masa berlaku.Bahkan selama ini, YB tinggal di Bali tepatnya wilayah Jembrana tanpa memiliki pekerjaan. Untuk hidup di Bali, YB selama ini hanya mengandalkan uang yang diperoleh dari negara asalnya yakni Kanada.

“Deportasi kami lakukan sebagai bentuk penegakan hukum terhadap pelanggaran keimigrasian yang dilakukan WNA,” jelas Nanang Mustofa.

Dia menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan jajaran Imigrasi Singaraja terhadap keberadaan warga asing di wilayah kerja baik di Kabupaten Buleleng, Karangasem termasuk Jembarana. “Selama ini kami juga melakukan pengawasan terbuka dengan operasi gabungan maupun tertutup. Jadi kami harapkan, peran serta pihak terkait untuk bersinergi,” pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.