Sayat Pergelangan Tangan, Anantari Meregang Nyawa di Kamar Mandi

APARAT kepolisian melakukan olah TKP di kamar mandi tempat korban ditemukan. Foto: ist
APARAT kepolisian melakukan olah TKP di kamar mandi tempat korban ditemukan. Foto: ist

GIANYAR – Entah apa sebabnya, Dewa Ayu Anantari (37) memilih jalan ulah pati untuk mengakhiri hidupnya, Minggu (3/10/2021). Warga Banjar Kutuh Kelod, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar itu ditemukan lemas dalam kamar mandi dengan luka sayatan di pergelangan tangan kiri. Sempat berusaha dilarikan ke rumah sakit, lantaran kehabisan darah, nyawa ibu malang itu tidak terselamatkan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika Ni Wayan Ratni mendengar ribut-ribut dari dalam kamar mandi di dalam kamar tidur anaknya, I Wayan Agus Suarjaya, bersama Anantari. Kejadiannya sekitar pukul 04.30 Wita. 

Read More

Merasa ada yang tidak beres, Ratni kemudian menggedor pintu kamar dan membangunkan anaknya. Setelah sang anak bangun dan membuka pintu kamar, Ratni bertanya apa yang terjadi dan kenapa ada suara ribut-ribut dari dalam kamar mandi. Selanjutnya mereka bergegas menuju kamar mandi. 

Saat pintu dibuka, Ratni dan Agus kaget bukan kepalang. Anantari didapati tergeletak lemas di lantai kamar mandi dengan kondisi basah kuyup, dan, yang mirisnya, berlumuran darah. Korban saat itu juga dilarikan ke Rumah Sakit Ari Canti Mas Ubud oleh suaminya. Belakangan terungkap bahwa Anantari sempat berujar tiga hari sebelumnya kepada suami dan anak-anaknya ingin bunuh diri.

Setibanya di rumah sakit, tim medis melakukan pemeriksaan terhadap. Sayang, Anantari dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya jenazahnya dipulangkan ke rumah duka untuk diupacarai.

Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama, yang dimintai konfirmasi, membenarkan perihal adanya peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan, petugasnya turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan minta keterangan sejumlah saksi. Hanya, saat ini dia mengaku belum tahu apa motif yang melatarbelakangi Anantari nekat melakukan tindakan tersebut. “Kami belum tahu motifnya, masih diselidiki,” ucapnya singkat. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.